I NOT STUPID TOO 2

img0011.jpg

Film ini sebenarnya sangat bagus untuk ditonton oleh semua orang, terutama bagi kita yang ingin hidupnya dipenuhi aura positif dan penuh penghargaan terhadap sesama. Sampai ditulisnya postingan ini, saya baru menonton nya lima kali.

Sangat sederhana, sehingga mudah ditangkap konfliknya, juga sangat nyata.

I Not stupid Too 2 menceritakan tentang tiga orang anak bernama Tom, Jerry dan Cheng Cai. Mereka memiliki permasalahan yang kurang lebih sama, yaitu kurangnya penghargaan orang tua terhadap diri mereka. Awal film ini dimulai dengan pertanyaan, “Kapan terakhir anda memuji orang?”. Menarik, ternyata memang saat ini pujian atau quotes2 positif jarang hadir dalam kehidupan kita. Padahal kalau kita dapat pahami, arti pujian dalam kehidupan seseorang selain berarti menganggap keberadaan seseorang, juga dapat menambah semangat orang untuk melakukan hal tersebut lebih baik di kemudian hari.

Mungkin salah satu mengapa kita jarang memuji adalah ketidakmampuan kita melihat apa yang orang lain lakukan adalah sesuatu hal yang mengandung apa yang disebut ‘bakat’, atau menganggap hal tersebut adalah hal yang istimewa.

Konstruksi sosial dapat mempengaruhi apa saja hal-hal yang dianggap ‘istimewa’ oleh sebagian besar orang. Mungkin kalau di dunia pendidikan, bakat anak yang dianggap istimewa biasanya adalah kemampuan matematika, pengetahuan alam dan beberapa ilmu eksakta. Dan cenderung tidak melihat kemampuan bermain bola, bertarung, bernyanyi dan lain lain sebagai hal yang istimewa dan dapat dikembangkan secara serius.

Dalam film ini, Tom memiliki bakat mendesain blog bahkan ia mengikuti suatu kontes blog bergengsi di Singapore dan mendapatkan penghargaan sebagai blogger terbaik. Namun, apa yang dilakukan oleh ibunya? Dia tidak memuji atau mengapresiasi secara positif. Melainkan meminta Tom agar tidak terlalu sering bermain blog dan rajin belajar. Begitu juga dengan adiknya, Jerry. Jerry memiliki bakat sebagai narator. Namun hal itu tidak dianggap istimewa. Sehingga bukan menjadi bagian dari daftar ‘urusan penting’ bagi orang tuanya untuk menghadiri pementasannya. Padahal pementasan itu adalah pementasan yang paling bergengsi sekolahnya. Lain lagi dengan Cheng Cai, ia memiliki bakat kung fu. Ia sangat amat menggemari kung fu sehingga ia mempelajarinya secara khusus. Ayahnya yang single parent dan juga mantan narapidana sebenarnya adalah orang yang baik. Namun ketakutannya agar anaknya tidak mengikuti jejaknya, membuat ia khawatir dengan bakat anaknya yang satu ini. Sehingga ia sangat melarang anaknya untuk belajar Kung fu. Konflik yang tercipta karena perbedaan harapan antara orang tua dan anak di film ini ternyata memberikan pengaruh yang buruk kepada psikologi perkembangan anak-anaknya. Pada akhirnya, anak-anakย  ‘mengalihkan’ bakat-bakat mereka kepada hal-hal yang lazim dianggap merugikan. Sehingga cap ‘anak nakal’ menjadi sangat melekat pada diri mereka.

Betapa pentingnya ternyata menghargai bakat dan kelebihan orang lain. Dan betapa pentingnya kita mengapresiasi kelebihan orang lain, sungguh dapat menjadi kalimat yang bisa jadi akan sangat berarti bagi kehidupan seseorang.

Besar harapan saya setelah menonton film ini, saya dapat menghargai kelebihan orang lain dan kemudian mengungkapkannya. Jadi ingat pepatah garbage in garbage out. Semakin sering seseorang mendapat perlakuan sampah, maka ia akan berperilaku layaknya sampah. Semakin sering mendapatkan perilaku intan, maka seseorang akan memiliki perilaku berharga layaknya intan. Kalau kita menemukan ‘Apel Busuk’, tidak perlu khawatir. Ambil pisau dan buang bagian busuknya, maka kita akan dapat memakannya. Kemudian kita mendapatkan manfaat kandungan apel yang luar biasa untuk tubuh kita daripada kita membuangnya dan membuat bagian lain terus membusuk.

Terakhir, saya ingin mengomentari tentang bagian film yang bagi saya paling mengharukan. Yaitu saat Jerry sedang mengumpulkan uang yang awalnya dikira untuk membeli kartu pokemon. Jerry sampai rela tidak makan di sekolah untuk menambah tabungannya. Bahkan saat waktu sudah mendekati impiannya, namun uang di kenclengannya belum

mencukupi, ia terpaksa mencuri. Saat sudah cukup, kakaknya Tom ternyata sedang membutuhkan banyak uang karena diancam oleh polisi gadungan akibat perbuatannya. Jerry yang tidak tega melihat kakaknya akan dipenjara kalau tidak membayar sejumlah uang, akhirnya memberikan uang itu ke kakaknya. Selang beberapa saat, pihak sekolah memberi tahu orang tua Jerry bahwa ia mencuri. Spontan, kedua orang tua nya memarahi dan memakinya. Kemudian ia dihukum. Kedua tangannya diberikan ke ayahnya.

Ayahnya membawa pemukul terbuat dari bambu. Lalu Jerry pun dipukuli tangannya. Sambil memukuli, ayahnya berteriak, “Siapa yang mengajarkanmu mencuri? Bukannya selama ini aku selalu membelikan apa yang kamu minta? Untuk apa kamu mencuri?”. Dengan nada tangis penuh ketakutan Jerry menjawab, “Aku hanya ingin membeli waktu ayah. Setahun aku menabung ternyata tidak cukup juga untuk membeli 2 jam waktu ayah untuk hadir ke pementasan akhir sekolahku…Aku hanya ingin membeli 2 jam waktu ayah. Maafkan aku…”. Ya, pernah sebelumnya Jerry meminta ayahnya mengajarkan matematika. Namun terpotong karena sang ayah ditelepon untuk memberikan presentasi keesokan harinya. sambil menunggu ayahnya menelepon, Jerry mengeluarkan kartu pokemonnya. Sang ayah lalu menghentikan pembicaraan di telepon dan berkata, “Jerry! Kamu harus berkonsentrasi belajarnya! Dengar? Orang membayar ayah $500 untuk mendengar ayah presentasi besok. Kamu harus serius belajarnya. Kalau tidak ayah tidak bisa mempersiapkan presentasi ayah besok hanya karena kamu tidak bisa pahami apa yang ayah ajarkan!”

***

Semoga mulai hari ini kita dapat memulai membiasakan diri

untuk menghargai kelebihan orang lain dan memujinya…”Yup, terimakasih telah membaca postingan ini! Anda adalah orang yang sangat apresiatif terhadap tulisan lepas saya! ”๐Ÿ™‚ **Simple Thing…But Uneasy for Some**

2 thoughts on “I NOT STUPID TOO 2

  1. Jeje says:

    Awalnya saya mampir ke blog ini krn info ttg korea ny.. akhirnya keterusan baca arsip blog nya hehe..Saya gak prnah nonton film ini tp baca review ny koq sya merasa sedih ya?
    Mbak benar-benar punya bakat menulis…Hikss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s