Aki Alex: Dokter Lagi

Kemarin ngobrolin Obgyn. Sekarang mari kita ngobrolin dokter anak. Nah, saya bukanlah tipe orang yang bisa detil mengungkapkan kriteria dokter idaman. Jadi kalau ada orang lagi ngereview dokter-dokter anak, sebelum saya pernah bener-bener pernah ngerasain bedanya dokter-dokter, ya gabisa komen. Soalnya kriteria saya lebih, oh saya nyaman, anak nyaman, sehat, barulah dicari, oh ternyata yang bikin saya nyaman itu… ini… itu…

Nah, ceritanya saya sudah merasa nyaman dan susah move on untuk dokter anak itu adalah Aki Alex. Apalagi setelah mencoba dokter lain yang, pernah ngasih obat dosis orang lebih gede daripada anak saya, obatnya mahal-mahal tapi pas meriksa cepet-cepet, atau pas meriksa rusuh dan keliahatan mengkhawatirkan sekali kondisi anak saya eh pas dicek2 lab ternyata semua normal, yang suka dikit-dikit tes lab, dll itu.

Asiknya ke Aki Alex ini, doi itu bodor. Kebayangkan emak-emak kalau anaknya sakit (apalagi emak-emak baru kayak saya) pasti panik, sedih, gelisah. Pengen diginiin, bener gak yah treatmentnya. Dinaeshatin kanan kiri. Ah, galau lah ya. Pas ketemu Aki Alex doi misal ngajak heureuy. Bikin kita tersenyum dan urat-urat kita jd woles. Abis gitu pedekate ke anak kitanya juga pas. Jadi anak teh seneng.

Dulu sempat beberapa bulan gak disupport asuransi karena Ayah masih capeg. Jadi lumayan aware sama harga. Iya sih, Aki Alex, Profesor, harga dokternya lebih mahal. Tapi percayalah doi gak pernah ngasih resep multivitamin yang ratusan ribu, atau antibiotik kuat yang juga harganya ratusan ribu, jadi jatuhnya total-total ya murahan ke Aki Alex. Malah lebih seringnya pulang dengan tangan kosong. Alias gada resep. Ada sih, resep, tapi gratis. “Anaknya dipeluk aja bu. Sama Ibunya sabar.”😀 Malah dulu sempet deg-degan, “Wayahna nya dikasih antibiotik…” kata beliau. Pas dah ke farmasi. Uh yeah… Gak nyampe 50.000.

Tapi tenang aja, kalau emang sakitnya berbahaya, atau parah juga aware kok Aki Alex. Khaleed pernah pengobatan 6 bulan. Tapi ya itu sebelum benar-benar dilakukan treatment, beliau benar-benar hati-hati dan gak rusuh.

Yang lucu dari pengalaman dengan Aki Alex ini adalah, Khaleed suka seger kalau diperiksa Aki Alex. Dan gak traumatis. Jadi kalau ke Aki Alex, pas ngantri panasnya 39, pas diperiksa, geuning gak demam.🙂 Atau pas nunggu leuleus lemah lesu, pas masuk seuseurian. Hadeuh.Sugesti resep ka dokterna jigana.

Tapi yah, yang disayangkan dari beliau adalah… antriannya. Apalagi kalau di Limijati. Beuh, telat dikit, wassalam di RS bisa 3-4 jam lah. Kalau mau dateng cepet, ya harus sebelum dokter dateng, 2 jam lah. Kalau di Arcamanik, setiap praktek dibatasin 10 pasien. Jadi lumayan ngantrinya gak akan berlama-lama. Tapi kudu dateng awal, karena kalau misal kita pasien ke 11, ya wassalam. Cari dokter lain.

Pernah mulai lelah dengan antrian Aki Alex, terus coba ganti RS dan dokter. Tapi perasaan tidak setenang kalau diperiksa sama Aki Alex, dengan pertimbangan-pertimbangan di atas. Ternyata eh ternyata juga, dari jamannya Faqih (Adek saya skrg dah 24 tahun) Ummi juga dokter anaknya beliau. Ngerasa jadi makin mantep sama pilihan DSA, tapi jadi sedih, yah bentar lagi pensiun dong. Hiks. Sing panjang umur ya Aki Alex. Sehat terus, jadi bisa ke Aki Alex kalau ada apa-apa. WA pun dijawab sama Aki Alex mah. Kalau pun harus pensiun, rekomendasiin DSA yang setipe ya Aki Alex.

Dulu pas mau ke Solo, saya juga minta direkomendasiin dokter anak disana. Beliau ngerekomendasiin Prof. Salimo (sama-sama prof lah). Sama enakeunnya sama Aki Alex. Tapi versi jawanya.🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s