Tagihan Listrik di Korea Selatan

Kaget banget rasanya liat tagihan listrik bulan ini. Jadi ini kali pertamanya saya menggunakan electric heater sebagai penghangat. Karena penghangat di rumah yang biasanya menggunakan gas gak cukup panas. Entah disebabkan ruangan yang terlalu tinggi, jendela yang bolong, atau bagaimana. Tapi yang jelas, jauh berbeda dengan rumah yang terdahulu yang cukup dengan menggunakan gas.

Setelah saya cek, ternyata penggunaan wattnya 4 kali lebih besar dibandingkan sebelumnya. Dimana sebelumnya hanya dihitung 10 hari. Jadi saya dan suami mengiranya hanya akan berlipat empat kalinya tagihan. Tapi ternyata, salah. 😀 Dan disini cara menghitungnya.

Jadi perhitungan listrik tidak sesimpel 100kWh = 5000. Maka 200kWh = 10.000 dan 300 kWh 15.000. Jadi perhitungannya itu ada  tingkatannya. Di tagihan rekening saya, ada 6 tingkatan. Yang mana setiap tingkatannya, dihitung per 100kWh. Bingung? Continue reading

Red Gingseng and Me

Di siang yang super duper dingin itu, kedua teman lab saya dipanggil prof ke ruangannya untuk mengambil minuman hadiah yang dah menumpuk di ruangannya. Jadi kalau dateng ke ruangan profesor saya. Bisa dibayangin di lantai-lantainya banyak banget kardus-kardus kecil dan besar yang isinya minuman-minuman botol kaca. Nah, itu macem-macem jenisnya, ada jus buah, gingseng, madu dan lain-lain (eaaa. kesebut juga si dll).

Diambil lah sekitar 6 kardus minuman. Dan semua labmates senang. 🙂 Minuman grats yang rata-rata emang rasanya enak. 🙂 Terus saya disuruh ngambil. Dan karena menurut mereka kebanyakan, mereka nyuruh saya ambil satu kardus. Yaitu kardus red gingseng. Katanya ini bagus untuk ibu hamil. Gingseng bagus untuk kesehatan. Continue reading

Dua Kali Winter, Terbanyak Salju

Waktu pagi-pagi bangun, suami saya sudah berlaptop ria. Dan selalu laporan, “Bun, hari ini cuaca bla bla bla.” Dan pagi kemarin, suami bilang, kalau malam itu akan datang salju. Besoknya setelah itu bakal dingin banget. Cuaca yang bodor. Mengingat di postingan sebelumnya saya baru bercerita betapa hangatnya winter ini sampai-sampai turun hujan.

Yang bikin amazed, ternyata salju itu bener-bener datang. Dan super lebat. Lebat sekali. Dalam waktu tidak lebih dari 3 jam, saya keluar, kaki sudah terbenam saat jalan menuju rumah. Dan kali pertama saya melihat orang-orang benar-benar berjalan dengan sangat lamban. Mobil dan orang jalan. Yang mana biasanya saya merasa jadi orang yang lambat jalan kalau dibandingin orang-orang Korea.  Continue reading