Finally My Digital Controller Works

Alhamdulillah. Hari terakhir minggu ini di LEN dapatkan hasil yang cukup melegakan. Desain kontroler PMSM untuk aplikasi mobil listrik yang saya pelajari dua bulan ke belakang ini alhamdulillah berjalan dengan baik.
Awal minggu ini dibuka dengan kenyataan pahit bahwa kontroler saya yang asalnya analog gak jalan sama sekali. Ancur parah. Pas dipindahin jadi digital.
Ngelihat paper yang ribet sedemikian hingga yang ngebahas cara desain digital control bener-bener bikin mules. Ribet. Dan mesti tekun mempelajarinya.
Dengan kondisi psikologis yang galau dengan kenyataan pahit tadi, bener-bener males belajar dari awal.
Tapi setelah ditanya ke dalam hati. Kamu mau s3 gak? Mauu. Mau sampe kapan menghindar belajar kontrol? Gak tahu. Kok gak tahu? Jawab! Mau sampe kapan lari dari belajar kontrol lebih dalam? #menunduk lesu.
Tiba-tiba saat jenuh belajar kontrol digital. Oprek-oprek lagi simulasi. Dan… Wow! Jalan! Bagus! Seimbang dq nya!
Diapain ya tadi? Gak tau. Lupa. Hahaha. Tapi gapapalah. Alhamdulillah.
Tapi agak sedih juga sih. Karena dah jalan jadi males belajar teori kontrol digital. Kkkk. Next time dh. XD

Kaos Bola

Memecah penat sakit selama 4 hari, akhirnya saya memilih buat jalan-jalan mencari kaos bola. Menarik, karena saya dan Anas Fauzi sama-sama suka bola. Ya main, ya nonton. Cuman tim favorit kami berbeda. Anas Fauzi suka AS Roma. Sedangkan saya mantan fans AS Roma. Anas Fauzi suka Belanda dengan total football nya. Saya suka Italia dengan permainan defense yang kuat. Continue reading

MEMANG WAKTU TIDAK BISA DIULANG

Gimana ya rasanya hari ini. Pukulan telak, bisa dibilang KO setelah tim futsal dikalahin HMF 2-1. Dan itu masih di babak 16 besar. Nyesek, tapi mau gimana. Andai waktu bisa berulang. Rasanya banyak yang bisa diperbaiki sejak awal.

Tapi saya tidak bisa mengulang waktu. Yang pasti yang dapat dilakukan adalah menjadikan hari ini sebagai sebuah pembelajaran, sebuah patokan untuk membuat hari esok selalu lebih baik dari hari ini.

Setelah pertandingannya banget emang bikin sedih. TApi setelahnya, ada perasaan optimis untuk menantang hari esok. Seolah diri ini baru lulus ujian berharga. Bagaimana mempersembahkan totalitas dalam melakukan sebuah pekerjaan… Gak ada yang gak berharga untuk diri saat kita berusaha dengan maksimal…

SEMANGAT untuk hari ini dan seterusnya!
😀

PROGRESIF : JANGAN MUDAH MEMBANTING SETIR

Sudah seminggu ini saya mengerjakan tugas akhir suatu divisi di himpunan saya. Tugas itu saya kerjakan supaya benar-benar bisa ngerti, apa sih enaknya dunia ngoprek-mengoprek. Beside that, sebenarnya saya hanya ingin merefleksikan prosesnya sampai saat ini.

Proyek yang kami kerjakan masih sederhana. mem buat sistem lift yang juga sederhana. Hanya menjalankan naik ke lantai berapa. Tidak mungkin tombol dinyalakan bersamaan. Tapi kok, jelimetI banget prosesnya. Sudah seperti proyek besar yang troubleshooting nya berulang-ulang. Tanya kenapa?

Saya kemudian mengevaluasi step by step prosesnya. Pertama, saya mengerjakannya dengan modal membeli komp[onen, lihat gambar rangkaian, solderrr… Kemudian saya ada menemukan solderan yang salah. Tidak punya sucker dan malas harus melesat ke himpunan. Karena ternyata dah kayak hotseat aja ngerjain di kamar. Lama-lama permasalahan salah nyolder itu terus terjadi dan semakin menumpuk. akhirnya, wassalam. Proyek saya ulang lagi saja.

Kedua, saya mencoba memp[memperbaiki dengan melakukan perencanaan. Layout rangkaiannya mau seperti apa, kemudian komponen ‘X’ apa yang mau dibeli sebagai tambahan. Dan langsung melesat ke anam untuk membeli komponen baru. Pekerjaan dimulai lagi. Rangkaian menjadi lebih rapih dan enak dilihat. Setelah selesai betul, dicoba ke himpunan. Dan, Oow… Rangkaian sangat tidak stabil. Mungkin terlalu banyak menggunakan led dan 7-segment. Nyaris frustasi. Tapi setelah dipiir-pikir, fokus saya salah.

Kedua kalinya saya malah sibuk mengurusi 7-segment dan led sebagai alat bantu indikator bekerjanya alat. Bukan pada alat sebagai controller lift nya. Segera saya sadari. Lalu berfikir bagaimana. Motor Stepper gagal dijalankan. Sempat berkonsultasi. Tapi tampaknya yang diajak berkonsultasi sedang sibuk. Jadi saya berfikir…. Ya sudahlah ganti saja menggunakan motor servo. Lebih mudah.

Dalam keadaan malas dan putus asa. Sesampainya di rumah, bingung, kok transistor sebagai switch gagal mulu dibuat. Ya sudah, saya akhirnya tidak jadi menggunakan servo, dan kembali ke motor stepper. Huh! padahal pin output nyta duah dibuang tiga,  tinggal dua. Nyolder lagi. Padahal kebodohan ini tidak perlu dilakukan. Sekarang pecobaan terakhir. Dan saya merasa beruntung telah merenung sejenak. Dan bersiap untuk memulai dan bersabar lagi. Dengan pembelajaran-pembelajaran baru.

Pembelajaran supaya tidak mudah putus asa dan berfikir jalan lain terus menerus. Ada kalanya kita harus kreatif dengan menemukan jalan-jalan baru. Tetapi ada kalanya kita dituntut untuk fokus mengembangkan satu titik. Dan itu dibutuhkan kesabaran dan sikap pembelajar yang baik. Jika tidak kita akan mudfah membanting setir. Dalam konteks ini, keluar dari masalah inti. Berfikir seolah setelahnya kita tidak akan mendapatkan masalah lain.

Karena yang namanya masalah adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan. Bayangkan, di dunia ini terdapat banyak sekali kenyataan dan juga harapan. Irisan-irisan keduanya pun akan sangat banyak. Sehingga yang namanya masalah pun jumlahnya lebih banyak dari harapan dan kenyataan itu sendiri. (Temukan jawabannya di kuliah Probstat. hehe)

So, face it! Don’t go away easily!

Selamat mengarungi pembeljaaran seumur hidup