Protected: 10 THINGS ABOUT ME (hint: mau/gakmau answer)

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

KETIKA BERMIMPI ITU MENJADI SULIT

jovian_dreamsSaat memasuki penghujung tahun 2005, saya sedang on fire memperbaiki perkuliahan. On fire memperbaiki banyak hal sih sebenernya. Tetapi pemicu utamanya adalah perkuliahan. Ketika itu saya merumuskan mimpi-mimpi yang kemudian saya visualisasikan dalam sebuah dokumen berbentuk power point. Lengkap dengan lagu dan gambar. Hum, ditambah transisi-transisi yang keren. Pokoknya dah kayak liat film masa depan Adinda deh.

Membuatnya terasa begitu mudah. Ada semangat yang menggebu-gebu hadir saat itu. Membuat saya bangkit dan merasa jelas kenapa hari ini harus selalu saya perjuangkan. Now is the future…

Dan sekarang, di penghujung 2008, saya merasa terlalu banyak hal yang harus diperbaiki dalam hidup saya. Karena saya takut salah menginvestasikan masa depan. Dan akhirnya, saya mulai berfikir keras, tentang hidup saya sekarang dan mendepan. Mencoba untuk bermimpi, tetapi sulit. Membayangkan setelah lulus mau ngapain aja juga sulit. Pikiran ini tidak melayang begitu bebas layaknya di penghujung 2005. Otak ini sungguh berbeda.

Mudah sekali bagi saya dulu menentukan, ingin ini ingin itu. Ingin menjadi ini, ingin menjadi itu. Awalnya saya merasa sangat frustasi dengan keadaan ini. Merasa diri seperti zombie yang tidak tahu mau dikemanakan hidup ini. Membiarkan air mengalir dan membiarkan diri hanyut bersamanya.

Namun setelah merenung, dan berbicara dengan beberapa teman, saya mendapatkan jawabannya. Ini merupakan hal yang wajar. Semakin hari semakin kita banyak tahu. Semakin banyak rasa sakit yang kita dapatkan dari kegagalan-kegagalan kita. Semakin banyak juga bekas rasa bahagia akibat kemenangan-kemenangan kita. Dan itu membuat kita berubah, baik hati dan pikiran. Semakin banyak pertimbangan.

Namun sayangnya, kita sering mengalah dengan rasa sakit dan lupa dengan keberhasilan-keberhasilan kita. Sehingga rasa sakit lebih memenangkan diri kita untuk takut berbuat sesuatu. Lebih parahnya takut bermimpi. Padahal rasa sakit itu seringkali membuat kita bertambah kuat dan bertambah ilmunya. Mungkin ada benarnya juga, dalam beberapa hal kita akan takut mengulangnya. Walaupun itu juga tidak sepenuhnya benar. Tetapi, membuat kita takut untuk berbuat sesuatu yang bahkan belum pernah kita coba, itu yang bermasalah.

Kobarkan lagi semangat… Lemparkan lagi mimpi-mimpi kita ke angkasa. Ciptakan imajinasi yang kelak akan sangat layak untuk diperjuangkan. Karena hidup terlalu sayang untuk dilalui begitu saja. Bangun, tertidur, bangun, tertidur, bangun, tertidur… lalu mati.

Mimpi yang sebenarnya bukanah sesuatu yang membuat kita tertidur, melainkan bergerak.

*yang mencoba menyemangati diri*

TERUS BELAJAR…

Ada hal yang membuat saya seringkali sulit untuk memahami suatu hal dengan baik. Pikiran saya kadang mengintimidasi hati saya, kalau sayalah yang paling benar. Seringkali kebenaran menjadi jauh dari diri saya, hanya karena mindset yang saya miliki tadi. Apakah saya menyesal?

Sebenarnya tidak. Karena setelah dipikir-pikir, keyakinan akan diri itu benar, tidak ada salahnya. Saya meyakini bahwa manusia dikaruniai hati dan akal untuk melahirkan sikap maupun perkataan. Itu modal dari Tuhan. Dan yang saya sadari merupakan kesalahan adalah, ketika suatu kali ternyata saya benar. Kemudian kedua kali nya pun saya benar. Ketiga kali saya benar lagi. Maka akan ada perasaan dalam benak saya bahwa saya selalu benar (dalam hal tersebut). Ini yang sering menjebak. Manusia pusat khilaf. Itu yang saya lupa. Manusia tidak sempurna itu yang sering saya abaikan.

Sepertinya itu manusiawi terjadi. Bermain probabilitas dalam kehidupan, untuk mengklaim sesuatu. Bukan hal yang benar, melainkan wajar adanya.

Tuntutlah ilmu dari dalam kandungan sampai ke liang lahat.

Mungkin itu satu-satunya kunci atas permasalahan di atas. Belajar apa pun. Dari manapun. Kapan pun… Gak boleh berhenti belajar…

SATU

kadang hati menentang ketiadaan

mengabaikan keberadaan

kali ini kuazamkan diri

untuk terus mencari

persembahan Tuhan yang melimpah

untuk terus merasakannya

Bismillahirrahmaanirrahiim