Menemukan Titik yang Sama

Dalam riset, ada kalanya kita stuck. Dan kali ini, saya merasa di titik yang sama saat dulu S2. Stuck. I have to fix something. But the more I fix it, it getting worse. Sampai ada di titik jenuh. Ini harus diapain lagi. Kemana saya harus belajar? Dulu mikir, kalau di Indonesia enak nih, banyak yang bisa ditanyain, di Korea dulu, pengen nanya-nanya, tapi jelasinnya pakai bahasa Korea, ya susyeh juga akhirnya. Sekarang? Dah di Indonesia, tapi lupa, kalau temen-temen yang bisa ditanyain itu sekarang sudah kemana-mana. Lalu saya bingung. Apa yang harus saya lakukan?

Akhirnya saya memutuskan untuk menulis saja di blog. Berharap setelah menulis, otak agak renggang, terus encer, terus dapet ide harus melakukan apa. Mode saat ini mode yang sangat nggemesin. Ketika masuk ke tataran yang konrit (terdefinisi) tapi justru stuck. Gak tahu harus diapain.

Karena udah gak tahu mau nulis apa lagi. Jadi saya mau meminta doa saja dari saudara, teman yang kebetulan lagi baca blog saya. Doain saya yah. Biar cepat lulus. Biar dapat ide, dapat solusi dari ke-stuck-an saya hari ni. Nggemesin mbak sis, mas bro. Kok ya kayaknya selalu bisa dibayangin, tapi pas dikerjain, gagal lagi, gagal lagi.

Katanya sih Thomas Alfa Edison dulu juga gagal berkali-kali sampai akhirnya bisa bikin lampu pijar. Yah, nyoba nyama-nyamain diri aja deh sama Om Thomas. Intinya jangan gampang nyerah. Jangan pundungan. Apalagi sama benda mati kayak FPGA, sensor arus, ADC, jangan! Relax dulu aja sebentar. Padahal deadline tinggal 11 hari lagi (Setelah diextend 14 hari). Gila, saya merasa bodoh, dah diextend tetep gak jalan alatnya.

Oh Tuhan, sungguh ini postingan tergalau tingkat dewa. Kegakpentingannya ngalahin omongan ahok soal password WIFI. Loh kok malah nyambung ke Ahok? Wkwkwkwk. Dah ah. Lumayan dah bisa nulis sambil ketawa-ketawa sendiri di lab. Sudah adzan ashar juga. Dan mau nginep di enin juga. Jadi berharap bisa begadang malam ini. Bercumbu dengan codingan Verilog untuk FPGA ku tersayang. Semoga kelak kau mampu membaca sensor arus analog secara benar. Konsisten. Tidak berubah-rubah layaknya ABG yang baru masuk SMP (Eh, sekarang mah anak SD juga dah ABG yak).

 

Finally My Digital Controller Works

Alhamdulillah. Hari terakhir minggu ini di LEN dapatkan hasil yang cukup melegakan. Desain kontroler PMSM untuk aplikasi mobil listrik yang saya pelajari dua bulan ke belakang ini alhamdulillah berjalan dengan baik.
Awal minggu ini dibuka dengan kenyataan pahit bahwa kontroler saya yang asalnya analog gak jalan sama sekali. Ancur parah. Pas dipindahin jadi digital.
Ngelihat paper yang ribet sedemikian hingga yang ngebahas cara desain digital control bener-bener bikin mules. Ribet. Dan mesti tekun mempelajarinya.
Dengan kondisi psikologis yang galau dengan kenyataan pahit tadi, bener-bener males belajar dari awal.
Tapi setelah ditanya ke dalam hati. Kamu mau s3 gak? Mauu. Mau sampe kapan menghindar belajar kontrol? Gak tahu. Kok gak tahu? Jawab! Mau sampe kapan lari dari belajar kontrol lebih dalam? #menunduk lesu.
Tiba-tiba saat jenuh belajar kontrol digital. Oprek-oprek lagi simulasi. Dan… Wow! Jalan! Bagus! Seimbang dq nya!
Diapain ya tadi? Gak tau. Lupa. Hahaha. Tapi gapapalah. Alhamdulillah.
Tapi agak sedih juga sih. Karena dah jalan jadi males belajar teori kontrol digital. Kkkk. Next time dh. XD

HARI SATU “2+2 = 4”

Sebelumnya, kenalan dulu… Ekskursi ini adalah rangkaian kegiatan yang rutin diadakan oleh Subjur Power (sekarang dah jadi prodi) Teknik Elektro ITB. Kegiatan tersebut diantaranya adalah pembekalan pra-ekskursi, mengunjungi beberapa perusahaan yang terkait dengan bidang Power Engineering dan jalan-jalan (intinya bersenang-senang). Tahun ini, giliran 2005 yang dipimpin oleh Fela melaksanakan Ekskursi.

Hari pertama, saya datang pagi-pagi sekali (karena janjinya jam 6 kumpul) ke gerbang Ganesha. Tampak sebagian kecil sudah berkumpul. Sambil mengisi waktu menunggu yang lain datang, ada teman-teman yang duduk di meja yang diatasnya terdapat tumpukan kaos dan kemeja. Rupanya ada pembagian kaos dan kemeja (buat yang gak dateng pembekalan. hehe). Saya pun menghampirinya, memilih dan mencobanya ke masjid salman.

Balik-balik, ternyata saya salah kostum, padahal dah bener awalnya memakai jaket ekskursi. Eh, malah ganti kemeja. Kembali lagi saya ke salman untuk ganti. Selesai urusan kostum, duduk-duduk sebentar kemudian datanglah temen-temen logistik yang menyediakan sarapan pagi (GRATIS!!!). Hua… Enak, makan nasi kuning. Setelah kenyang, mulailah komplit semua, dan kami berfoto bersama di depan gerbang Ganesha.

Sebelum berangkat ada apel kecil. Dosen-dosen memberikan wejangan kepada kami. Dan buat saya, yang paling membekas itu adalah kata-kata Pak Syarief… Kurang lebih seperti ini…

Ekskursi ini semoga kalian akan banyak belajar hal baru. Kalau di kuliah kita belajar 2 + 2 = 4. Mungkin di Ekskursi kalian akan belajar bagaimana mengungkapka 2 + 2 ini dengan cara yang tepat. Adakalanya kita harus mengungkapkannya dengan:

2 + 2 itu… Hum… Berapa ya pak?

Kalau saya tidak salah… 2 + 2 itu 4. Begitu bukan?

Dan lain-lain..

Intinya sii… Yang saya tangkap, masalah itu bukan pada benar atau tidaknya apa yang kita ungkapkan.  Seringkali bagaimana cara mengungkapkannya itu yang bermasalah. Dan kita harus belajar bagaimana mengungkapkan apa yang kita tahu, apa yang kita yakini, dengan pas.

Beberapa dosen lainnya pun memberikan wejangan. Dan setelah itu, kami dilepas oleh Ketua Prodi, langsung menaiki bis. Kira-kira pukul 07.37 Kami berangkat ke Suralaya untuk mengunjungi PLTU milik Indonesia Power. Di sepanjang perjalanan, Kami bercanda, buka-buka snack, karaokean (cuman masih versi malu-malu) dan tidur (gak tahu nih ada acara ngerjain temen yang tidur apa nggak).

Perjalanan agak lambat saat masuk tol dalam kota Jakarta. Rupanya Jakarta sedang banjir dan ada kebakaran di Plumpang juga. Tapi gak tahu mana yang sebenernya bikin macet.

Lama juga, tapi akhirnya nyampe Suralaya. Kita makan siang dulu di Udiklatnya. Baru deh jalan-jalan keliling Suralaya. HAri pertama ini emang hari yang bar-bar. Semua peserta berfoto dan menggila. Mungkin emang view nya bagus banget buat foto-foto. Mesin-mesin besar, alat-alat canggih di dispatcher, cerobong asap, tiang-tiang power,,, apalah itu.?

Dan kami menginap di cottage “PULORIDA” (gak salah kan ejaan saya?). Bayangin aja, bener-bener cottage pinggir pantai ada kolam renangnya berderetan dengan restaurant. Hoho. Saya yakin kalau gak dikasih gambarnya pasti inget pantai-pantai dan cottage di Bali. Haha. Jadi baguslah, saya gak akan upload fotonya. 😀

Makin asyik, malamnya ada panggung khusus untuk ekskursi. Seru-seruan lah. Power ini macem-macem emang jenisnya. Ada yang blom diajak banget aja dah gatel pengen maju. Ada yang mesti ditarik-tarik dulu baru maju. Eh ada lagi.. Yang udah ditarik-tarik dan dikejar-kejar juga tetep aja gak maju. Tapi secara menyeluruh, acaranya OK pisan. Seru dan berkesan. Sayang kolamnya nganggur gak ada acara jebur-jeburan kayak kalau di ITB. Mungkin karena airnya bersih jadi gak seru.

Malem mulai evaluasi… dan setelah selesai semuanya… ujaaaaaaaaaan… membuat temen-temen acara plus plus mesti lari keteteran menuju kamar…

Fiuh! Capek… Tapi senang….

LATIHAN VOLI DI BELAKANG TERMINAL

11949868192101645660volley_ball_angelo_gelmi_01svgmedSiang-siang setelah kabur dari beberapa perkuliahan hari ini dan membetulkan urusan laptop, komputer dan perinternetan di rumah, saya nimbrung Anas dan Randi teman saya bermain pingpong di lapangan belakang terminal cissitu. pas sedang menonton, ada gerombolan ibu-ibu, “Neng, volian yuk!”

Asiiiik…

Akhirnya saya memutuskan untuk bervolian. Kalo nunggu ping pong males juga. Lawannya gak ada yang selevel. Haha. Soalnya saya jauh di bawah mereka berdua.

Berjalanlah saya mengikuti ibu-ibu tadi. Awalnya cuma ada 4 orang. Sedikit demi sedikit bertambah jumlahnya. Wow! Ternyata bukan hanya ibu-ibu. Ada Aa-Aa dan Bapak-Bapak juga. IBu-ibunya jago-jago. Pantesan badannya keker-keker gitu. Haha. Seru banget lah. MEnyatu dengan tetangga. Hehe. Dah jarang banget soalnya.

Dan aku bangga… 🙂 hanya satu dari puluhan serve yang gagal. Dan itu pun menyerong tapi tetep jauh. Sampai-sampai saya pun bingung… Kok saya bisa main voli yah. Biasanya cupu abis. Dan semangat dalam diri ini mulai tumbuh. Merasa diri ini menjadi sangat berenergi lagi.

Canda tawa selama permainan pun mengalir begitu alami. It’s so relaxing sports… 🙂

De, permainanmu berkembang yah kalo disini…

-AF-

Hwa! Seneng banget gw dibilang kayak gitu…

I’M ON FIRE!!! haha

Jadi kepikiran sparing tim voli cewek elektro ma Ibu-Ibu di terminal nih jadinya. Insya Allah bisa membuat permainaan cewek elektro berkembang dan siap merebut emas dari Nymphea… (ya angel ya?) heuheu. Teuteup…

TIPS PRAKTIKUM MME

(Tulisan ini dibuat untuk http://konversi.wordpress.com)

Praktikum MME sudah berjalan satu minggu. Pengalaman menjadi asisten ini adalah yang pertama bagi saya. Bagi praktikan, mungkin ini juga pengalaman pertama melaksanakan praktikum di laboratorium sebesar konversi. Sebagaimana kita tahu, praktikum MME seringkali memakan waktu yang cukup lama. Sayang sekali kalau kita tidak berhasil mendapatkan banyak manfaat darinya. Oleh karana itu, saya terinspirasi untuk membuat tulisan tentang tips meningkatkan kualitas berpraktikum kita. =)

Lama tidaknya waktu melaksanakan praktikum memang tidak bisa dijadikan sebuah indikator bahwa praktikum tersebut memiliki kualitas yang baik atau buruk. Namun sayang sekali kalau ‘lama’ tersebut terjadi karena ketidaksiapan kita melaksanakan praktikum. Sehingga ada baiknya kita melakukan persiapkan diri sebagai berikut:

  1. Sebisa mungkin mengerjakan Tugas Pendahuluan sendiri. Tugas pendahuluan yang dibuat sudah terstruktur dengan baik untuk membangun pemahaman kita tentang topik percobaan. Jawabannya pun cenderung mudah didapat di textbook. Pengalaman mengeksplorasi jawaban sendiri di buku adalah pengalaman membaca yang efektif dan tidak tergantikan dengan mendapatkan jawaban jadi dari orang lain. Kalaupun mentok, ajaklah teman, asisten atau dosen untuk berdiskusi.
  2. Membaca prosedur dan tujuan percobaan lagi dan lagi. Memahami keduanya memudahkan kita untuk lebih cepat ‘ngeh’ dengan jalannya percobaan serta lebih terarah.
  3. Menyiapkan log book. Tujuan menggunakan logbook adalah mendokumentasikan informasi yang relevan dengan percobaan. Ini terdengar sederhana, namun dalam kenyataannya, logbook yang terstruktur dengan baik dapat memudahkan kita selama dan sesudah percobaan. Target dalam tips nomor dua juga dapat tercapai melalui pendekatan ini.

Sedangkan selama praktikum:

  1. Safety first. Hal tersebut didapatkan dari pemahaman dasar teori yang baik, memperhatikan rating setiap peralatan (batasan arus, daya dll) dan mengurangi gerakan praktikan yang tidak perlu.
  2. Dokumentasi adalah 80% dari pekerjaan seorang engineer. Sebisa mungkin jangan pernah menghapus data dari logbook kita. Beberapa data mungkin salah, namun berikan sedikit coretan saja pada data tersebut sehingga masih tetap dapat dibaca. Data ‘yang salah’ mungkin dapat berguna untuk menyelesaikan permasalahan pengukuran atau bahkan bisa saja kembali menjadi data yang benar setelah dianalisis. Catat fenomena-fenomena yang terjadi untuk dijadikan bahan analisis dalam laporan.
  3. Dapatkan data yang jelas dan akurat. Jangan lupa mencantukan parameter-parameter yang tetap dalam mengambil sebuah data. Biasanya dalam percobaan kita mengamati pengaruh suatu parameter terhadap parameter lain. Dalam persamaan yang kompleks, pastikan parameter selain yang diamati dijaga tetap. Cara membaca alat ukur pun harus benar. Dalam alat ukur analog, pastikan kita tidak melihat jarum penunjuk dan bayangannya pada cermin sebagai dua bayangan yang berbeda.
  4. Bekerjalah sebagai tim. Berbagi pekerjaan menjadi sangat penting dalam percobaan. Satu-dua kali percobaan akan terlihat keahlian dari masing-masing anggota kelompok. Ada yang ahli mencatat, menggunakan alat yang hypersensitive, memimpin kelompok, membaca dari alat ukur dan lain-lain. Kalau sudah dapat terbaca, tinggal belajar bagaimana percaya kepada teman.
  5. Bandingkan terus data yang didapat dengan idealnya. Semakin sering kita melakukannya, sense engineer kita sedikit banyak akan terbangun.

Kemudian diakhiri dengan:

Diskusikan data dengan asisten atau teman sekelompok. Mungkin selama praktikum (terutama di awal-awal) kita belum bisa langsung menilai data yang kita dapat. Maka coba untuk meluangkan waktu bersama kelompok dan asisten mendiskusikan data. Sehingga analisa yang dilakukan di laporan lebih terarah. Waktu pengumpulan yang relatif singkat (satu hari), membuat momen ini akan sangat membantu. Hanya dibutuhkan waktu 3-5 menit untuk melakukannya.

Masih banyak hal yang dapat kita eksplorasi bersama untuk terus memperbaiki kualitas berpraktikum kita. Semoga tips di atas dapat dengan mudah diaplikasikan dan memberikan nilai lebih untuk praktikum kita kedepan!

Salam santai,

Adinda Ihsani Putri

Referensi:

http://physics.wm.edu/~inovikova/phys251/manual/logbook.pdf

http://www.uah.edu/writing/Word_files/lab_tips.doc

BACA INTRODUCTION

Sudah beberapa kali pertemuan dengan dosen saya di kuliah Elektronika Daya. Mungkin beberapa orang bisa langsung ngeh siapa dosen ini. Elektronika Daya di ITB. Siapa lagi? Hehe.

Ada hal yang unik di kuliah ini. Dosen saya selalu memberikan beberapa pertanyaan sederhana. Mengapa begini, mengapa begitu. Nah, yang menyedihkan, yang bisa dijawab dengan tepat oleh para mahasiswanya sedikit sekali. mungkin 1 dari seribu pertanyaan. (Haha. yang ini mah bener-bener berlebihan). Walaupun pertanyaan-pertanyaan sulit, tapi kami-kami tidak putus asa untuk mencoba menjawabnya. Sering dibilang ngawur tapi sama bapak dosen.

Ujung-ujungnya, gak ada yang tepat menjawab, terus dosen kami diam. Menatap kami tajam. dan LAMMA. Membuat kami senewen…

Kalian ini sudah lulus mata kuliah A, B, C dan D kan? Gimana sih, kalian itu lulus, tetapi tidak mengerti… Saya kan mengasumsikannya anda-anda sudah lulus mata kuliah A, B, C dan D. Masa pertanyaan-pertanyaan standar seperti ini saja anda tidak bisa menjawab…

krik… krik…

dan sejenak kemudian beliau menjelaskan jawaban yang tepat. Haduh, pak, pusing ya punya mahasiswa kayak kita-kita ini. Males baca, pengennya lulus ujian ajah. Hehe. Tapi kuliah itu jadi inspired banget buat saya. Beberapa pertanyaan ternyata benar jawabannya pernah diajarin ma dosen saya sebelum-sebelumnya. Cuman emang dasar sayanya yang gak ngeh dan kurang pay attention di hal-hal filosofi nya. Hajar soal ajah!! He. Jadi malu. (*.*)

Kalian nih, mbaca buku langsung contoh soal aja kayaknya. Makanya gak ngerti-ngerti. Kalau baca buku itu coba baca INTRODUCTION nya. Sehingga dapat filosofi mengapa mempelajarinya.

OK Pak! Sip lah… Makasih banyak atas nasihatnya…

Cobain deh. Insya Allah lebih paham ma apa yang dipelajarinya, lebih menjiwai. Alah! Serius!

10 KADO KAPE ADIN [di blog KP EL 05)

Hampir dua minggu jalan. KP di Batam ini, secara kelimuan mungkin gak terlalu high tech. Walaupun alat-alatnya high tech, tapi semua itu beli. Jadi Indonesia menjadi operator, terlebih ada sistem SCADA. Operator tinggal klik, klik, klik. Beres. Rusak? Service? Atau Lembiru? Lempar beli yang baru? Gak tau lah. Jadi gak akan kubahas itunyah. Dari hati yang paling dalam ajah… alah…

Inilah yang kurasakan…(Huek!)

  1. Pembimbing kok niat. (kok make ‘kok’? wekekek). Gak nyangka uy. Ternyata KP di PLN gak nyampah-nyampah amat. Hehe. Gak bisa dibilang gak nyampah juga, soalnya kalau kebetulan pembimbing lagi rapat. Ter…Lan…Tar… Dan pertama kali datang ke BCC (Batam Control Centre) di Baloi, saya bertemu pembimbing. Seorang minang yang ramah, tekun dan low profile. Pesan dia yang selalu gw ingget, “Belajarlah yang banyak diik, disini tanya-tanya saja. Wajah kami memang seram-seram. Tapi hati kami baik. Jangan ragu-ragu belajar ke bapak-bapak dispatcher. Walaupun mereka STM, tapi ilmu mereka banyak. Mungkin yang dia tahu, kita tidak tahu. BEgitu juga sebaliknya. Kita sama-sama belajar ya, saling mengisi.” Thanks Pak PP. Setelah itu rasanya wawasan ini banyak bertambah. Kuncinya satu, NANYA NANYA NANYA. gak ding, satu aja, NANYA.
  2. Lima SDM di BCC. Di kantor saya cuma ada lima pegawai. Satu boss, satu evaluator, satu planner dan dua dispatcher. Dikit yah? Namanya juga Batam, kecil lah kalau dibandingkan Jawa sana. Pak SN : mengajarkan saya bahwa ide itu mahal. Ide itu paduan inisiatif, kecerdasan dan kreatifitas. Harusnya ini banyak lahir dari anak-anak ITB macam ente. Untuk perbaikan dan kemajuan bangsa. Dia merasakan potensi itu ada melihat alumnus-alumnus kita. Beliau yang paling getol ngajarin saya dan maksa saya ngoprek MATLAB. gak masuk jadwal padahal. Pak B: Hidup itu indah, tergantung gimana kita ngeliatnya. Ngeliat dia tiap pagi kayaknya semangat betul bekerja buat istrinya (belum punya anak soalnya). Banyak hal simple yang dia lakukan buat ngebahagiain diri. (Dengerin lagu-lagu ‘getek’ cem kangen band dll, masang foto sandra dewi di desktop gede banget! dll). Tapi rupanya itu ngasih efek luar binasa, eh biasa, buat kinerjanya. Dispatcher: mungkin kalau tahu kerjaan mereka : ngambil data, catat dan pindahkan ke excel. Tapi di tangan mereka kebijakan-kebijakan listrik Batam digantungkan. Semangat ya bapak-bapak. Setiap setengah jam mereka update data menggunakan radio ke beberapa pembangkit di Batam. Seru-seru orangnya, winamp nya lebiih keren daripada pak Bosnya, Bapak B.
  3. PLN Batam bukan PLN yang kayak di Jawa toh. Tahukah anda? PLN itu kepanjangan dari perusahaan listrik negara? Ya iyalah… Masa… *Piiip* . Salaaaah… Hehe apa sih. PLN di Batam, itu adalah Pelayanan listrik nasional. Ini anak perusahaan PLN (persero) kayak P3B, PJB dll. Listrik di Batam mahal. Gak disubsidi. Hampir dua kali lipat di Jawa. Tar saya liatin kurva bebannya juga, hampir dataaaar. Unik, mungkin karena konsumsinya banyak untuk daerah industri. Nah, kalau tempat saya, BCC, itu kayak P3B nya PLN (persero).
  4. Don’t judge a man by it’s cover. Banyak pertolongan dan sapaan hangat yang tak terduga dari orang-orang yang kukira jahat. Haha. Tampang boleh serem, tapi berhati lembut. Dan biasanya saya bernafas lega… Fiuh… Kupikir kuharus jalan terbirit-birit kalau bertemu orang-orang serem kek gituh. Beberapa kali gak jadi lewat sebuah jalan, mending muter, gara-gara ngeliat orang-orang seram berkumpul. Hehe. Dipikir2… Ngapaiiiiin coba. Nyesel awak.
  5. Bekerja itu ibadah, haduh… beurat euy...Kontrol sistem di beberapa instansi pemerintah mungkin renggang. Jadi kalau ada nyampah-nyampah gitu, mungkin banget. Tapi emang, beberapa orang bekerja tidak lagi untuk uang atau untuk memenuhi laporan KP. Hehe. (Hayo loh…siapa yang gitu??). Tapi untuk divisi teknik biasanya agak bagus. Soalnya mereka kalau macem-macem langsung kerasa. Listrik padam, alat rusak, data gak ada, dll. Hehe. Kasian deh anak teknik. Kasian atau beruntung ya? Tapi di sistem seperti apapun, saya menjadi percaya, kalau seseorang memiliki mentalitas yang bagus, dimanapun dia, sepertinya tetap stay fun and prof. Mereka bekerja untuk masyarakat yang lebih baik. Kelihatan dari visi mereka. Banyak orang bekerja sepertinya hanya bervisi pendek, dapur mengepul. Atau paling panjang sampai beberapa saat menuju liang lahatnya. Tapi untuk bapak-bapak hebat itu, gaji besar hanya bagian dari resiko kerja kerasnya. Beberapa orang bersyukur dengan anugerah yang Tuhan kasih dengan menyalurkan berkahnya ke masyarakat luas. Huamm… Bisa gak ya akyu? Kamyu? Kita? Wallahu’alam.
  6. Ilmu-ilmu yang sudah, sedang dan akan dipelajari. Operational system, perencanaan (harian dan bulanan), evaluasi (bulanan), short circuit, load flow, pemeliharaan, transmisi, Gardu induk, ETAP, SCADA. Moga nanti kita bisa berbagi.
  7. “Adinda Ihsani Putri, SMEwanna be. Dua minggu ini kenyang berkutat dengan excel. Ini yang bikin otak jd gak jelas susunannya. (kalo lo sih gw yakin gak akan man. “Ck. Excel doang…”, Gumam Iman_andeh. haha. ampyun man.). Mpe kacamata gw patah coba. (ini ada yang gak nyambung. coba dicek aja yang mana). Beres KP disini insya Allah langsung di wisuda di gedung pusat PLN Batam dan dapet gelar SME a.k.a. Sarjana Microsoft Excel.
  8. Beberapa mata kuliah yang kupikir terpakai selama KP. Teknik presentasi, konsep teknologi, PRE, Agama, RE, OOP, ProbStat, Anum, TransDa dan MME.
  9. Capek kalau nulis begini curi-curi internet.
  10. Sedih kalau tak guna. :((

Itu ajjah… Thanks buat yang lain. Gw seneng bacanya. Jadi kaya ilmunya. Seruuu!

Adin “Ranger Kuning”

Siang kosong (kegiatan, perut, hati) di BCC Batam

Ngenet penuh dosa -Sya ampuuun-