Karena jatah cuti tahun ini melimpah, saya akhirnya nonton piala dunia live. Beberapa kali sebelumnya, nonton siaran ulang atau kepotong di babak-babak akhir aja. Karena sekarang sudah gak kuat begadang. Kalau begadang, pasti besoknya tumbang, pengen tidur sehaian. Karena bisa cuti dan ini final, gas nonton.
Suka banget liat permainan Spanyol yang passing-passingnya akurat dan cepat. Melihat gimana Argentina meladeni Spanyol, sepertinya beda kelas. Sempet ngantuk. Ah, gak menarik, Argentinanya kayak jauh banget kualitasnya sama Spanyol dan gak ada gol. Pelu diakui Martinez, penjaga gawang Argentina ini emang jago banget. Shot on goal nya Spanyol banyak sekali diselamatkan Martinez.
Pemain Argentina sibuk memprovokasi daripada membangun serangan. Pola nya juga hanya mengandalkan serangan balik dan itu pun seringkali passingnya gak akurat. Jauh banget sama Spanyol. Seolah membuktikan dugaan bahwa sebenarnya Argentina tahun ini memang belum layak di final. Terlalu banyak bantuan wasit untuk melenggangkan Argentina ke Final.
Akhirnya? Final jadi gak menarik karena kurang berimbang. Doa sepanjang nonton, Ya Allah kasih pemain Spanyol kesabaran agar gak kepancing atau dinakalin sama keputusan wasit karena foul atau lainnya. Tapi yah tetep yah, ada gol dianulir dari Spanyol. Udah kebaca banget polanya.
Yang bikin bangga, walaupun saya bukan fans Spanyol yah, akhirnya Spanyol menang. Spanyol beneran menunjukan kualitasnya. Entah kenapa seneng aja. Seneng, karena ini bisa jadi pelajaran, bahwa sistem korup bisa dikalahkan. Justru dalam level tertentu, sistem korup akan melahirkan inkompetensi.
Bisa jadi justru kalau Argentina gak dibedakan dengan tim lain, jangan-janagan justru lebih gokil performanya. Asli tadi malem beneran final yang gak imbang banget yang pernah saya tonton.