With Arms Wide Open

2 Minggu sudah sejak berita bahagia itu hadir di tengah keluarga saya. πŸ™‚ I am gonna be a mom in about 7 months… Mungkin di saat-saat seperti ini, banyak Ibu di Indonesia sana Β bisa menikmati makanan yang tidak membuat dia eneg. Pergi ke department store liat-liat baju bayi atau baju hamil. Nyari baso yang pedes dan asem. Makan mangga muda atau rujak. Hehe. Sedangkan saya? Saya di Korea Selatan nan dingin ini. Tiada baso, mangga, baju murmer, πŸ˜€ Tetapi ditemani suami yang luar biasa dan kerjaan di lab yang siap bertubi-tubi datang sampai hari kelahiran nanti tiba.

Sesuatu hal yang membahagiakan dan menantang. Kekhawatiran akan asupan gizi yang kurang karena sulit sekali menemukan makanan yang enak, sehat dan halal, sedikit terlintas di benak saya. Tetapi kita mau apa? πŸ˜€ Di sini kekuatan pikiran dan mengendalikan keinginan benar-benar ditantang.

Tidak ada alasan yang lebih kuat untuk tetap berjuang dan menikmati proses kehamilan sampai nanti melahirkan, selain ingin sekali membuat anak saya bahagia. Bahwa kelahirannya tak mengalahi Bundanya untuk berprestasi. Tetap menulis paper, membuat poster, bereksperimen, mengerjakan thesis dan juga berusaha untuk tetap menjadi belahan jiwa bagi suami.

Bismillah…

 

Dan ini lagu dari Ayah untuk Bunda dan dede bayi… πŸ™‚