Set Your Positive Mind

Pagi ini saya berlari 17 km. Ini sebenarnya bukan lari terjauh saya. Tapi yang menarik adalah pelajaran yang saya dapatkan dari berlari hari ini. Bagaimana saya mampu mengembalikan pikiran positif saya agar saya mampu menghilangkan keraguan yang terkadang, atau malah sering ya, menghampiri pikiran.

Jadi, saya sedang dalam menu latihan menuju UI Ultra 35k bersama senior saya di Elektro. Dan menu long run minggu ini adalah 17k. Namun, di hari yang sama, saya harus menghadiri zoom meeting pukul 07.30 pagi. Dari malam saya meragukan diri saya. Apakah saya bisa bangun shubuh? Apakah saya bisa lari cepat agar cukup waktu untuk istirahat dan bersiap ke agenda berikutnya? Apakah saya akan cukup istirahat agar bisa fit pas larinya? Apakah aman lari shubuh-shubuh?

Yup. Pikiran-pikiran tersebut terus menghantui dan membuat bahu ini terasa berat, nafas jadi lebih pendek. Semalaman berusaha tidur, semakin berusaha, semakin susah tidur. Tapi akhirnya tidur juga dan tidak terlalu malam.

Alhamdulillah juga bisa bangun tepat saat adzan. Bangun, bersiap, dan masih saja pikiran negatif itu datang. 17k gak yah? Apa 10k saja? Malah semakin nambah, nanti water stationnya gimana yah? Duh serem gelap gini.

Akhirnya, pemanasan. Dan setelah pemanasan suami bersiap. Yeay. Suami mau nemenin 10k pertama. Alhamdulillah. Hilang kekhawatiran akan faktor keamanan. Lari lah kami. Saat lari, kok agak sesak yah nafas. Badan lemas. Sampai akhirnya sadar, saat berlari, terlalu banyak pikiran, kekhawatiran.

Saya kemudian mengurangi pace dan menata pikiran. Set positive mind. Saya bisa menyelesaikan 17k ini. Saya sudah berlatih berminggu–minggu sebelumnya untuk menu ini. Saya pasti bisa. Dan ternyata itu berarti banyak. Saya bisa menaikan pace dengan HR yang terjaga. Wow. Badan terasa ringan. Larinya terasa semakin nyaman.

Tidak terasa 4k berlalu dengan bahagia. Menemukan alfamart sudah buka dan bisa cepat membeli minum di water station pertama. Lancar. Lari pun semakin semangat dengan jalur yang nyaman. Jalanan lebih sepi. Dan ditemanin suami. Berasa semangatnya beda.

Akhirnya 10k berlalu. Dan karena memilih jalur puta yang lebih jauh jadi suami nemenin lebih dari 10k. Yes, tinggal nambah dikit di dalam komplek. Sempat merasa berat di km 13. Tapi, ingat cara pas awal. Set positive mind. Ayo Nda, kalau lelah, berhenti dulu, tarik nafas, ambil minum. Dan yes, perasaan negatif itu hilang lagi. Berlari lagi. Ternyata pace juga masih terjaga.

Sampai akhirnya bisa finish 17k dengan HR terjaga dan pace sesuai harapan. Masya Allah tabarakallah. Penting banget yah menjaga pikiran positif. Apalagi berkaitan sama kemampuan diri. Rasanya saat merubah pikiran menjadi positif, tenaga itu hadir.

Bayangkan seberapa sering kita berfikir negatif tentang diri, pasangan, anak, dan lainnya? Bagaimana efeknya ke energi tubuh kita? Ternyata banyak ruginya. Pun kita khawatir tentang sesuatu di depan yang belum pasti, kenapa kita tidak memilih untuk berfikir kemungkinan positif? Kemungkinan terbaik? Toh efeknya lebih baik ke diri kita. Daripada kita memilih untuk ragu dan negatif.

Yuk, keep positive mind. It works!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s