Korean Family (1)

Ingin sedikit (yakin sedikit? :D) menceritakan tentang bagian dari kehidupan di Korea. Korean Family. Ya, bagaimana akhirnya saya mengenal seorang keluarga korea yang begitu baik pada saya. Kenapa saya bisa mengenal mereka? Di awali dengan mengikuti les bahasa korea di Bandung. Guru saya seorang Korea kristen dan memiliki hubungan yang dekat dengan beberapa orang di gereja-gereja Korea. Guru saya ini sangat senang saat mengajar saya. Saya tidak tahu mengapa. Katanya belajar 3 bulan yang berkesan bagi beliau.

Beliau sangat perhatian dengan keberangkatan saya ke Korea. Dari mulai bertanya tentang tempat tinggal, dia berusaha mencarikan tempat tinggal sementara. Karena waktu itu saya sudah membeli tiket pesawat 1 minggu sebelum saya dapat masuk ke Asrama. Bahkan dia memberikan kontak temannya yang siap membantu saya selama di Korea. What a kind of him. Even we’re different, he doesn’t care the differences. Just help me. So do I. Continue reading

Advertisements

Ternyata Beneran Kayak Kulkas

Hua. Alhamdulillah pagi ini masih dikasih nikmat bangun pagi. Walaupun itungannya dah telat banget nih bangunnya. Tapi tetap bersyukur. Coba kalau nggak bangun-bangun lagi? Repot… ๐Ÿ˜€

Pagi ini bangun langsung shalat dan mencuci baju. Tumpukan cucian buanyak banget. Salah satu yang berpartisipasi membuat tumpukan baju banyak adalah selimut dan seprei. ๐Ÿ˜€ Di asrama, tempat jemur yang ada di dalam, hanya untuk baju-baju atau sesuatu yang ukurannya kecil. Kalau semacam seprei dan selimut, ada tempat khusus di depan asrama.ย  Continue reading

Semua Ada Kadarnya

Aku ingin mengeluh. Atas keseharian ku. Betapa malang karena setiap harinya kuharus mendengar orang berbicara tentang keburukan orang lain. Dengan penuh semangat. Dengan tertawa lepas. Seolah kebanggaan melihat orang lain lebih buruk daripada kita.

Aku ingin mengeluh. Atas keseharianku. Betapa malang karena setiap harinya kuharus mendengar keburukan orang yang bahkan aku belum pernah mengenalnya sedikitpun. ย Dengan gairah kegembiraan. Kegembiraan atas keburukan orang lain.

Haruskan kita menjadi baik dengan membuat orang lain buruk? Haruskah kita berkata diri kita baik untuk menjadi orang baik?

Cukuplah lingkungan yang merespon kita. Percuma kata-kata itu. PErcuma.

Kantin Mahasiswa

UDah hari keberapa yah. Mungkin hampir 2 minggu saya jarang masak. Hanya ingin mencoba sesuatu yang baru saja dengan kehidupan di Korea. Jadi saya memutuskan untuk mencoba makan siang di kantin mahasiswa disini. Menu? Alhamdulillah ada spot yang pasti tidak ada dagingnya. Karena murah. Rasa? Rasa Korea tidak terlalu aneh untuk lidah Indonesia. Karena memang beberapa bumbu yang digunakan sama.

Setelah menjalani rutinitas baru makan di kantin mahasiswa, saya jadi semakin ingin bikin sekolah. Dan di dalam sekolahnya ada kantin seperti ini. Kantin yang murah, nyaman dan rasa lumayan. ๐Ÿ™‚ Continue reading