KESALAHAN TETAP KESALAHAN, TETAP BELAJAR ITU KEWAJIBAN DAN BERUBAH ITU SUATU KEBAIKAN

Wah, ternyata ya. Kita harus lebih mengenal diri kita daripada orang lain. Supaya kita dapat menyiasati harus seperti apa kita mengatur diri kita. Saya punya pengalaman pagi ini. Pagi ini, seperti postingan sebelumnya, saya hadapi dengan penuh semangat.

Sesemangat apapun, ternyata tetap ada yang salah dalam diri saya. Saya semangat mengerjakan pekerjaan yang saya tunda tadi malam. Alhasil, saya kelupaan hal lainnya, kecil, namun sangat menentukan. Apa coba? Hehe. Kartu dan Name Tag Praktikum. Begini ceritanya…

Printer rumah habis tinta ketika saya ingin menge-print kerjaan saya tadi subuh. Sudah menjadi pasti, saya harus mencari tempat nge-print di luar. Pukul 06.30 berangkat dari rumah ke kantor Umi saya. Tiga kali mencoba printer, gagal. Ada yang selalu paper jam lah, ada yang komputer nya kena virus jadi padam-nyala-padam-nyala, sampai terakhir gagal karena kertas habis.

Terakhir, mendapat tempat nge-print yang bagus di rumah sepupu. Tapi setelah semua selesai dan siap… Wow! Jam menunjukkan pukul 07.50. Mungkin jarak kampus dan rumah sepupu tidak bisa dibilang jauh, namun saya terjebak macet di sebuah perempatan. Alhasil, datang ke tempat praktikum telat, 5-10 menitan.

Otomatis nilai dikurangi. Saya tergesa-gesa menaruh tas dan jaket di loker… Dan… Oops! Kartu praktikum! Hah? Name tag juga. Ya, keduanya tertinggal di rumah. Saya lalu menanyakan ke asisten harus bagaimana. Dia hanya menjawab, “Silahkan anda baca lagi peraturannya…”.

Langsung mencari modul 1, karena saya ingat ada peraturan disana. Tertulis pelanggaran terhadap prosedur dan kelengkapan akan menggugurkan nilai praktikum. Tubuh ini terasa lemas… Seolah sirna usaha pagi-pagi tadi. Pengen nangis… Tapi… Apa boleh buat. It doesn’t change anything except destructing my great day today. Jadi, saya hanya mencoba menyesali dan berfikir. Kemudian tersenyum agar jam-jam berikutnya bisa dihadapi dengan lebih baik.

Hasil perenungan saya adalah bahwa saya menyadari saya seorang yang melankolis dan moody. Sehingga apa yang akan dilakukan harus terencana, memiliki jadwal khusus dan harus diingatkan. Kadang mengerjakan sesuatu dengan mepet dan dalam kondisi tidak mengerti apa-apa membuat mood saya rusak.

Kalau dalam kasus ini, saya berfikir sebenarnya ada alternatif lain selain di-ground-kan nilainya. Yaitu kembali ke rumah, ambil keduanya dan datang telat. Resikonya hanya pengurangan nilai berdasarkan keterlambatan. Tapi, mood nya tadi langsung rusak karena merasa diri tidak dihargai usaha sejak pagi. Padahal kalau dipikir-pikir, asisten itu mana tau saya usaha begitu. Dan peduli apa? (iya mas… Ampuuun…)

Ya… Sekarang saya mencoba untuk lebih produktif mengurus dan menyelesaikan pekerjaan lain. Lebih beruntung, dua orang teman hari ini memberi semangat kepada saya. Padahal keduanya belum tahu apa yang sedang terjadi pada saya.

“Nda, confusius pernah bilang ‘our greatness isn’t in never falling. But, raising everytime we fall’. Bravo!!”

-AAR-

“Senyum bagi mahluk Tuhan yang lain seperti sinar matahari bagi dunia. Met pagi! Have a nice day!”

-FSVF-

Well, I’ve got my note for today. Haven’t you?