BEST RAYE (LAST)

Akhir cerita lebaran kali ini adalah silaturahmi keluarga besar KH. E. Hasbullah Hafidzi. Bertempat di sebuah villa di Cibodas, Lembang. Yang menjadi penyelenggara acara pada tahun ini adalah Keluarga Wa Nina. Dimulai dari penyambutan di depan rumah villa, setiap tamu yang datang disodorkan sebuah dus berisi kertas dengan tiga pilihan warna untuk ditempel. Jadi setiap tamu memiliki tempelan di baju, dengan pilihan warna: hitam, putih dan merah.

Sambil menunggu acara dibuka, semua keluarga melakukan aktivitas di sekitar villa. Ada yang bermain fuutsal, bermain ayunan dkk, ngopi (dalam Bahasa Sunda berarti ngemil dan minum-minum santai), bersantai di Joglo atau Musholla dan lain-lain.

Semua aktivitas di atas terhenti oleh sebuah suara, suara siapa hayo? Yup! Wa Nina, sang tuan rumah. Dengan pengeras suara, beliau memanggil seluruh keluarga untuk berkumpul di lapangan. Ketika semua sudah berkumpul, beliau memandu sebuah permainan. Kami diminta untuk berkumpul berdasarkan warna pada tempelan yang diambil saat pertama kali datang. Kemudian berbaris rapih. Setelah itu, diadakan lomba siapa kelompoknya duluan memakai baju bertuliskan ‘I Love Eyang’ di gawang futsal. Pemenangnya adalah kelompok Hitam.

Game berikutnya, adalah lomba meniup balon, kemudian lomba mengikatkan balon ke kaki, dan terakhir lomba memecahkan balonnya. Permainan ini kocak banget, saya (kelompok putih) awalnya hanya melihat-lihat kelompok merah dan hitam saling memecahkan balon, sehingga kelompok putih aman balonnya. Dan saya, adalah orang terakhir yang balonnya pecah. Karena di tengah sibuknya orang-orang memecahkan balon, tidak ada yang memperhatikan saya, kemudian saya duduk bersantai di sebuah saung, hingga akhirnya mereka semua tersadar dan mengejar saya. Yea…

Setelah lelah dan matahari mulai terasa menyengat, kami berkumpul di Joglo. Ternyata akan diadakan Hasber’s Idol. Setiap kelompok diminta mengirimkan satu orang komentator dan lima orang kontestan. Kebetulan saya menjadi salah satu yang dikirim menjadi kontestan, tapi gagal total. Orang saya baru nyanyi dikit aja Najwa langsung nangis. Jadi aja saya berhenti nyanyinya dan gugur. Hihi. Sedih banget ya. Acara ini kocak banget. Soalnya peserta yang tampil lucu-lucu. Ada yang gayanya Pasha wannabe, ada yang licik cuma lypsing make suara Rossa dan lain-lain lah pokoknya. Komentatornya juga. Udah kayak komentatornya Akhirnya Datang Juga plus plus, jago ngebojeg semua.

Setelah acara Hasber’s Idol selesai, kami semua melanjutkan dengan Shalat Dhuhur di Musholla belakang. Setelah shalat, sambil melepas lelah, kami duduk-duduk di depan musholla dan berfoto-foto. Anak kecil bermain air. Haduh, kasian ibu-ibunya… Semangat ya yang udah jadi Ibu! =)

Gak ada capeknya, setelah merasa udara di luar mulai bersahabat lagi, kami meluncur kembali ke lapangan futsal. Panitia pun sudah menyiapkan perlombaan untuk cucu dan cicit yang masih kecil. Ada lomba berjalan dengan koran, menyambung sedotan dan… apalagi ya? Hehe. Luppa. Lucu-lucu dan bikin heboh. Adek saya, Ila, jagoan banget, dia juara semuanya. Ya iyalah, secara dia yang paling gede. Hehe.

Dah gak ada kerjaan lagi, tiba-tiba ada yang nyawer, yaitu Bi Ima. Spontan semua berkumpul lagi. Awalnya sih tertib pakai acara baris-barisan. Tapi setelah kaum-kaum jail melakukan kelicikan, akhirnya gak ada deh ceritanya bagi-bagi. Uang semua disawer. Dan liat! Saya kayaknya yang paling beruntung hari itu. Hehe. Harus gesit memang. Alhamdulillah! Lumayan buat nambah-nambah tabungan nikah. Haha.

Setelah sawer, acara kembali bebas. Saya iseng-iseng ngajak perempuan bermain futsal. Dan mereka semua seutuju. Dimulailah pertandingan futsal antara cucu-cucu dan anak-anak eyang. Liciknya naudzubillah. Ada yang bawa lari gawang, ada yang gawangnya dibalik, ada yang masukin bola ke baju trus lari ke gawang, haduh, dah gak jelas pokoknya apa nama olahraga nya. Tapi seru! Dan terakhir, Bi Ima ngasih tantangan, siapa yang ngejebol gawang saya dapet uang. Beberapa orang mencoba, dan ternyata Teh Fia yang berhasil. Tapi ditunggu-tunggu Bi Ima gak nepatin janji. Akhirnya saya dan Teh Fia beraksi. Menggunakan segala cara (tapi halal kok) sampai Bi Ima nepatin janji. Dan yea… yea… yea… dapet juga!

Istirahat panjang, diisi dengan shalat dan mandi. Malam nya ada acara resmi. Dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan tausiyah dari Eyang Ema. Kemudian dilanjutkan dengan sungkem dan makan malam. Setelah acara resmi ditutup, sambil menikmati kambing guling dan sate ayam, diselenggarakanlah final Hasbers Idol. Bagi mereka yang diloloskan komentator di acara siang tadi. Kali ini komentatornya ada tiga: komentator vokal (Wa Nur), pakaian (Wa Aa) dan gaya (Mang Asep). Komentator bikin acara semakin seru. Setiap penampilan, diselingi oleh pembacaan award dan pengujian ke mantu-cucu eyang yang baru.
Kali ini lebih kocak dari yang siang. Komentator emang jagoan di bidangnya, jadi super-super kreatif komentar-komentarnya. Mengundang gelak tawa juga haru. Liat aja pose Umi yang lagi khusyuk mengikuti acara tersebut.

Acara diakhiri dengan aksi panggung Mang A***, gak mau disebutin namanya, takut orang kantornya buka blog ini, kan kasian. Hehe. Kami semakin terhibur dan ujung-ujungnya kecapekan dan membubarkan diri.

Malam, ada shalat tahajud bersama, shalat subuh berjamaah dan kuliah subuh. Kemudian semua bergegas mandi dan bersiap foto keluarga. Tahun ini, temanya adalah Batik. Foto-foto nya blom bisa diupload soalnya saya sendiri tidak membawa kamera pada saat itu. Capek dari kemarin moto-moto mulu. Takut tar gak ada di fotonya. Hehe. Jadi aja mengandalkan minta ke orang. Tar kalo udah dapet, janji deh, bakal diupload. Okok?

Segitu aja cerita acara silaturahmi lebaran yang saya rangkai dengan judul “Best Raye” ini. Semoga bisa melepas kerinduan kalian yang belum sempat bergabung dengan keluarga di Bandung.

Selamat bekerja, belajar dan berkarya di luar sana!

Semoga kita tetap terus dapat mensyukuri nikmat berkumpul bersama keluarga…
Salam hangat,

Adinda Ihsani Putri a.k.a. Nda

6 thoughts on “BEST RAYE (LAST)

  1. hihihihi mang a*** ga disebut namanya tapi dipasang fotonya! :))

    kirimin foto ponakan2 yang ukuran aslinya via e-mail ya nda. ih, dah pada gede2 n kebanyakan blm pernah liat…😦

    so, hasil sawerannya dah dibelanjain apa aja tuh? sisain dikit buat dua ponakan di sini ya…😉

  2. coxon3011 says:

    @alfi: Hehe. Okok. Ponakan yang kecil2 ituh?Okay! Bagi2 saweran? Haduh, ini mah buat menyambung hidup di bandung saja masih pas2an. Hehe.

  3. coxon3011 says:

    @Fanny: =) gw bersyukur banhget fan. tapi gw yakin, setiap keluarga punya kehangatannya sendiri yang gak bisa digantikan ma yang lain. gitar gak ketemu nih. tahpapa…hiks2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s