PEKERJAAN SEPERTI APA YA?

Tak terasa perkuliahan sudah hampir berada di penghujungnya (Amiin). Rasanya begitu-begitu saja dari dulu. Lulus TK, masuk SD. Lulus SD, mengejar nilai tinggi, masuk SMP. Lulus SMP, mengejar SMAN 3 Bandung, Masuklah SMAN 3 Bandung. Lulus pun dari SMAN 3 Bandung, bekerja keras masuk ke ITB. Sekarang, walaupun belum dari akhir dari yang namanya belajar. Saya tidak ingin kelak, kelulusan ini menjadi ‘biasa-biasa’ saja. Saya harus sudah memulai menekuni sesuatu dari sekarang. Seperti bukan waktunya. Tapi tidak pernah ada kata terlambat.

Namun ada dua hal yang membingungkan bagi seorang perempuan seperti saya, yaitu pilihan antara bekerja atau tidak setelah lulus nanti. Dan kalau harus bekerja, pekerjaan seperti apa yang ideal buat saya. Dua tantangan besar bagi saya. Dunia yang makin lama semakin abu-abu. Tak jelas mana yang benar dan mana yang salah. Tak kuasa rasanya kelak membiarkan anak-anak dipegang langsung oleh tangan-tangan pengasuh. Diajak nonton siaran televisi yang tidak mendidik. Diberi kasih sayang sebatas untuk menebus gaji bulanan, tentunya tak bisa terbayarkan dengan curahan kasih sayang langsung dari seorang Ibu. Di sisi lain, perekonomian global memiliki siklus sendiri. Naik dan turun seperti sudah wajar adanya, namun sulit bagi seorang awam seperti saya memprediksinya. Kelak harus ada penyeimbang ekonomi keluarga. Tidak bisa hanya mengandalkan pada satu sumber pemasukan saja.

Apakah saya harus bekerja?

Zalimkah saya terhadap ilmu yang saya pelajari selama empat tahun ini kalau tidak dapat saya manfaatkan ke depannya?

Mampukah saya kelak menjawab tantangan sebagai seorang perempuan di tengah masyarakat, Ibu bagi anak-anak, dan seorang Istri?

Klise mungkin kedengarannya. Namun ini harus dipikirkan masak-masak. Mungkin bukan hanya untuk saya, tetapi untuk perempuan lain. Karena saya sering tersiksa dengan yang namanya ketidak-TOTAL-an dalam mengerjakan sesuatu.

Saya sering bertanya pekerjaan apa sih yang cocok untuk seorang perempuan supaya dapat menjawab dua tantangan di atas?

Mungkin kawan-kawan memiliki saran atau pendapat… 🙂