Kebahagiaan Mamah

Mungkin bagi yang rajin bacain postingan di blog ini, agak bingung kenapa istilah Mamah muncul. Padahal selama ini saya memanggil Ummi sebagai panggilan kepada ibu yang melahirkan saya. Yup, memang orang yang berbeda. Saya memanggil Mamah bukan untuk ibu kandung saya. Melainkan untuk nenek saya dari pihak Abi.

Jadi kemarin adalah hari ulang tahun Mamah yang ke-75. Dan kami semua diundang untuk syukuran di Jakarta. Mamah saat ini sedang sakit dan dalam masa pemulihan yang sepertinya akan memakan waktu yang panjang. Mohon doa supaya Mamah dihilangkan penyakitnya dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Satu hal yang membuat hati saya bergetar kemarin adalah ketika wajah Mamah begitu bahagia ketika melihat saya, Ayah dan Khaleed datang. Seolah-olah kehadiran kami begitu dinanti. Sejak pagi sudah menanyakan terus kapan kami akan sampai di Jakarta. Sepertinya kebahagiaan Mamah itu sederhana. Dikunjungi oleh anak, cucu dan cicitnya.

Bismillah, semoga selalu diberikan kekuatan dan kesempatan untuk rajin bersilaturahmi dengan mamah. Tak lupa juga, dengan semua kerabat, keluarga, teman. Semoga saya termasuk orang-orang yang rajin memelihara silaturahmi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s