Menunggu itu Menyebalkan

Harusnya saya ada jadwal presentasi ke salah satu dosen. Ketika ditanya kapan saya harus presentasi? Jawabnya hanya Rabu pagi. Saya tanya, jam berapa? Pokoknya saya pagi sudah disini. Kira-kira begitu lah cara kami membuat janji pertemuan.

Pagi ini saya tunggu, sampai jam 10 tidak kelihatan. Perasaan saya mulai gak enak. Yah, gini nih mungkin kenapa beliau gak mau sebut jam, karena tidak mau terikat. Sekarang? Tidak datang, dan tidak ada satupun yang mengkonfirmasi keberadaan beliau.

Akhirnya menuju siang, beliau datang. Dan ternyata ada rapat yang katanya cuman sejam. Tetapi hampir dua jam berjalan sampai saya menulisakan tulisan ini, beliau belum selesai juga rapatnya. Belum lagi kalau nanti dipotong makan siang. Hufh! Gak semua orang di dunia ini baik yah.

Mungkin saya terbiasa dengan pembimbing S1 dan S2 saya yang orangnya profesional. Bilang A ya A. Bilang B ya B. Jadi ketika menghadapi situasi yang katanya A maka Z. Yang katanya B maka V, saya jadi super sebelllll. Gak jelas.