Tagihan Listrik di Korea Selatan

Kaget banget rasanya liat tagihan listrik bulan ini. Jadi ini kali pertamanya saya menggunakan electric heater sebagai penghangat. Karena penghangat di rumah yang biasanya menggunakan gas gak cukup panas. Entah disebabkan ruangan yang terlalu tinggi, jendela yang bolong, atau bagaimana. Tapi yang jelas, jauh berbeda dengan rumah yang terdahulu yang cukup dengan menggunakan gas.

Setelah saya cek, ternyata penggunaan wattnya 4 kali lebih besar dibandingkan sebelumnya. Dimana sebelumnya hanya dihitung 10 hari. Jadi saya dan suami mengiranya hanya akan berlipat empat kalinya tagihan. Tapi ternyata, salah.😀 Dan disini cara menghitungnya.

Jadi perhitungan listrik tidak sesimpel 100kWh = 5000. Maka 200kWh = 10.000 dan 300 kWh 15.000. Jadi perhitungannya itu ada  tingkatannya. Di tagihan rekening saya, ada 6 tingkatan. Yang mana setiap tingkatannya, dihitung per 100kWh. Bingung?

Jadi begini, kalau anda memakai listrik 90kWh, berarti hitungannya sebagai berikut.

tingkat 1 = 90kWh x 57.3 KRW = 5.157 KRW

Ditambah pajak, mungkin bisa skitar 5.500an atau 6.000.

Nah, sedangkan jika anda menggunakan 150 kWh. Berarti anda masuk ke tingkat kedua.

tingkat 1 = 100 kWh x 57.3 KRW = 5730 KRW

tingkat 2 = 50 kWh x 118.4 KRW = 5920 KRW

Total 11.650 ditambah pajak mungkin sekitar 12 ribuan.

Perhatikan, kalau misalnya anda memakai listrik sampai masuk ke tingkatan kedua, maka harga listrik yang kedua, hampir dua kali lipat. Kalau mau tahu, harga per kWh di setiap tingkatan, datanya sebagai berikut.

1. 57.3 KRW/kWh

2. 118.4 KRW/kWh

3. 175 KRW/kWh

4. 258.7 KRW/kWh

5. 381.5 KRW/kWh

6. 670.6 KRW/kWh

Kalau masih bingung, mungkin grafik ini bisa membantu. Jadi kenaikan penggunaan kWh itu grafiknya nyaris eksponensial. >_< (kalau kata orang korea, ini mah “musowo”)

Dengan cara gini, orang kalau mau hemat, gak mau make listrik lebih dari 100 kWh. Karena kalau lebih, harga lebihnya itu, bisa dua kali lipatnya. Kasus saya, menggunakan 500kWh an, maka tagihan bisa mencapai 180.000 won. :O Yang mana kalau dirupiahin, bisa sekitar 1.5 juta. Hhhh. Tagihan listrik sebulan 1.5 juta. Kalau di Indonesia dah dapet kosan enak dengan listrik yang gratis. Air panas. Ada TV.😀

Tapi jangan takut ke Korea, karena itu hanya terjadi di winter. Dimana kita butuh untuk menghangatkan ruangan. Dan itu juga tidak terjadi di setiap orang. Karena ini kasus dimana saya menggunakan heater listrik terus. Dengan kapasitas 1kW. Kalau mau hemat? Gunakan gas.😀 Dan untuk menggunakan gas, pastikan ruangan anda tertutup rapat. Tidak angin masuk. Dan ruangan yang besar, berarti membutuhkan gas lebih banyak.

Saya baru mengerti kenapa orang Korea bener-bener hemat listrik. Mereka takut melewati batas tingkat 1. Karena jika pemakaian lebih dari 100 kWh, maka harga menjadi dua kali lipat, tiga kali lipat, bahkan bisa 10 kali lipat.

Mungkin kalau di Indonesia, gak ada cerita kali yah kalau rumah make sampe lebih 100kWh. Secara gak ada kebutuhan besar macam heater. Paling para pengguna AC. Saya gak tahu regulasi di Indonesia tentang biaya kelistrikan. Apakah seperti ini juga?

Karena jika seperti ini, bagus juga. Untuk para pengguna listrik besar. Rumah-rumah dengan AC. Untuk bener-bener hemat menggunakan AC nya. Seperlunya. Karena kalau gak perlu, dan bikin batas tiap tingkatan pecah. Alias masuk ke tingkatan dengan harga per kWh nya berlipat, bisa kecekik juga. Dan mungkin bisa ningkatin awareness, eh, lampu gw dah dimatiin blom yah? Eh, ini udah mati blom yah?😀 Soalnya lumayan signifikan bayarannya kalau pecah tingkatanannya.

Well, dengan ini gw gak bisa bilang lagi ke temen-temen gw, kalau di Korea listrik itu murah. Dulu karena gak pernah memakai lebih dari 100 kWh, jadi saya pikir harganya 57 won atau kalau dirupiahin sekitar 450 rupiah. Tapi rupanya bisa mencapai 5000 rupiahan per kWh kalau penggunaannya masuk kategori yang tinggi.

Yuk, hemat listrik!😀 (Di Korea :P)

12 thoughts on “Tagihan Listrik di Korea Selatan

  1. Kalo di indonesia ada tingkatannya juga bayarnya din. Soalnya dulu kakak pernah bilang sama mama: “Ma, rumah kita kenapa pilih yang sekian watt? Ini biasanya buat gedung2. Makanya bayar listriknya jadi lebih mahal, walaupun pemakaiannya sedikit” Yah, kira-kira begitu, saya juga ga hapal. Hahaha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s