Ternyata Beneran Kayak Kulkas

Hua. Alhamdulillah pagi ini masih dikasih nikmat bangun pagi. Walaupun itungannya dah telat banget nih bangunnya. Tapi tetap bersyukur. Coba kalau nggak bangun-bangun lagi? Repot…πŸ˜€

Pagi ini bangun langsung shalat dan mencuci baju. Tumpukan cucian buanyak banget. Salah satu yang berpartisipasi membuat tumpukan baju banyak adalah selimut dan seprei.πŸ˜€ Di asrama, tempat jemur yang ada di dalam, hanya untuk baju-baju atau sesuatu yang ukurannya kecil. Kalau semacam seprei dan selimut, ada tempat khusus di depan asrama.Β 

Maka setelah selesai mencuci, langsunglah saya menjemur cucian. Dan saatnya keluar untuk menjemur seprei dan selimut. Begitu pintu asrama dibuka. Jess! Wah, dingin. Dengan ekspresi datar. Karena, ya, ini namanya dingin aja. Gak lebay dinginnya. Tapi gak kerasa, dengan kaki dan tangan yang basah, lalu berjalan kira-kira 20m ke tempat jemuran. Tangan dan kaki sudah merasa beku. Aw aw aw. Bahkan tangan seperti mati rasa.

Saya keluar tanpa menggunakan jaket spesial musim dingin. Hanya jaket tipis dan kaki beralaskan sendal jepit. Satu komen, MANTAB DINGINNYA!! Bener-bener kayak kulkas. Sudah lama juga gak keluar sepagi ini. Terakhir keluar pagi, pas mau ke Indonesia. Dan tidak sedingin ini.

Sampai kamar, langsung cek MSN. Dan, hiya. Sudah -5 derajat saja ternyata. Dan memeriksa prakiraan Kota Seoul. Rupanya malam ini disana akan hujan salju.πŸ™‚ Selamat datang winter. Ah, akhirnya saya punya kulkas gede banget. Portable lagi. Hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s