Kalau Boleh Minta

Siapa sih yang gak pengen hidup bahagia? Pasti semuanya pengen. Maka kita selalu berburu kebahagiaan selama hidup ini. Dan kebahagiaan itu identik dengan pemenuhan harapan dan kebutuhan. Sayangnya, secara alami begitulah bahagia. Mengejar-ngejar harapan, keinginan, kemauan dan entah apa lagi istilahnya.

Dengan mendapatkan semua yang kita cari, kita bersyukur, kemudian bahagia. Padahal kalau dilihat, sebenernya yang bikin bahagia itu bersyukur. Menerima nikmat itu. Menerima sesuatu yang kita cari. Tapi sayangnya,  tetap saja akar kebahagiaannya adalah sesuatu yang kita cari itu. Dan saya rasa, disitulah sering terjebak. Mendefinisikan  kebahagiaan dengan pemenuhan harapan atau keinginan.

Syukur saja. Mungkin itu definisi kebahagiaan. Lantas apa syukur itu tidak terdengar terlalu pasif? Gini aja berfikirnya. Kalau hal-hal yang kita butuhkan itu, secara natural kita pasti akan berusaha menggapainya. Karena kita butuh. Jadi bukan berarti karena kuncinya syukur, kita jadi kebangetan apa adanya alias tidak berusaha.

Cuman yang sering kita lupa adalah syukurnya itu. Tercapai atau tidak tercapai. Maksimal atau tidak maksimal. Harusnya tidak mengurangi kadar syukur kita. Bolehnya hanya menambah saja.😀

Jadi ingat kata pepatah atau ayat atau apa, saya lupa. Kebahagiaan hanya ada pada jiwa yang bersyukur.🙂 Kalau boleh minta ke Tuhan. Penuhi hati ini dengan rasa syukur dan tawadu. Kalau boleh Tuhan…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s