PROGRESIF : JANGAN MUDAH MEMBANTING SETIR

Sudah seminggu ini saya mengerjakan tugas akhir suatu divisi di himpunan saya. Tugas itu saya kerjakan supaya benar-benar bisa ngerti, apa sih enaknya dunia ngoprek-mengoprek. Beside that, sebenarnya saya hanya ingin merefleksikan prosesnya sampai saat ini.

Proyek yang kami kerjakan masih sederhana. mem buat sistem lift yang juga sederhana. Hanya menjalankan naik ke lantai berapa. Tidak mungkin tombol dinyalakan bersamaan. Tapi kok, jelimetI banget prosesnya. Sudah seperti proyek besar yang troubleshooting nya berulang-ulang. Tanya kenapa?

Saya kemudian mengevaluasi step by step prosesnya. Pertama, saya mengerjakannya dengan modal membeli komp[onen, lihat gambar rangkaian, solderrr… Kemudian saya ada menemukan solderan yang salah. Tidak punya sucker dan malas harus melesat ke himpunan. Karena ternyata dah kayak hotseat aja ngerjain di kamar. Lama-lama permasalahan salah nyolder itu terus terjadi dan semakin menumpuk. akhirnya, wassalam. Proyek saya ulang lagi saja.

Kedua, saya mencoba memp[memperbaiki dengan melakukan perencanaan. Layout rangkaiannya mau seperti apa, kemudian komponen ‘X’ apa yang mau dibeli sebagai tambahan. Dan langsung melesat ke anam untuk membeli komponen baru. Pekerjaan dimulai lagi. Rangkaian menjadi lebih rapih dan enak dilihat. Setelah selesai betul, dicoba ke himpunan. Dan, Oow… Rangkaian sangat tidak stabil. Mungkin terlalu banyak menggunakan led dan 7-segment. Nyaris frustasi. Tapi setelah dipiir-pikir, fokus saya salah.

Kedua kalinya saya malah sibuk mengurusi 7-segment dan led sebagai alat bantu indikator bekerjanya alat. Bukan pada alat sebagai controller lift nya. Segera saya sadari. Lalu berfikir bagaimana. Motor Stepper gagal dijalankan. Sempat berkonsultasi. Tapi tampaknya yang diajak berkonsultasi sedang sibuk. Jadi saya berfikir…. Ya sudahlah ganti saja menggunakan motor servo. Lebih mudah.

Dalam keadaan malas dan putus asa. Sesampainya di rumah, bingung, kok transistor sebagai switch gagal mulu dibuat. Ya sudah, saya akhirnya tidak jadi menggunakan servo, dan kembali ke motor stepper. Huh! padahal pin output nyta duah dibuang tiga,  tinggal dua. Nyolder lagi. Padahal kebodohan ini tidak perlu dilakukan. Sekarang pecobaan terakhir. Dan saya merasa beruntung telah merenung sejenak. Dan bersiap untuk memulai dan bersabar lagi. Dengan pembelajaran-pembelajaran baru.

Pembelajaran supaya tidak mudah putus asa dan berfikir jalan lain terus menerus. Ada kalanya kita harus kreatif dengan menemukan jalan-jalan baru. Tetapi ada kalanya kita dituntut untuk fokus mengembangkan satu titik. Dan itu dibutuhkan kesabaran dan sikap pembelajar yang baik. Jika tidak kita akan mudfah membanting setir. Dalam konteks ini, keluar dari masalah inti. Berfikir seolah setelahnya kita tidak akan mendapatkan masalah lain.

Karena yang namanya masalah adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan. Bayangkan, di dunia ini terdapat banyak sekali kenyataan dan juga harapan. Irisan-irisan keduanya pun akan sangat banyak. Sehingga yang namanya masalah pun jumlahnya lebih banyak dari harapan dan kenyataan itu sendiri. (Temukan jawabannya di kuliah Probstat. hehe)

So, face it! Don’t go away easily!

Selamat mengarungi pembeljaaran seumur hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s