MERENUNG

kadang ada hal kecil dalam hidup kita yang kecil, namun penting. Bahkan memiliki efek yang luar biasa dalam hidup kita. Kalau anda seorang muslim, melakukan gerakan shalat dan rukunnya mungkin salah satunya. Namun saat ini yang ingin saya bahas adalah merenung.

Bagaimana merenung itu? Bengong kah? Tidak. Bengong tidak sama dengan merenung. Merenung tidak diam kosong. Kemudian terlelap. Zzz.. ZzZ.. ;P

Merenung adalah diam yang berfikir. Berfikir apa saja. Dibatas kemampuan manusia befikir. Disinilah manusia sanggup melihat dirinya dan menilai dirinya dengan nyata. Kita akan sangat jujur melihat diri kita. Kacamata kita bersih dari pujian atau makian orang lain. Tinggal Tuhan, jasad, hati dan pikiran kita. Dalam kondisi ini kita menyadari seberapa jauh sudah kita melangkah. Apakah kita masih berada pada titik benar itu.

Secara otomatis, diri kita mampu merespon pemikiran kita. Baik dengan sikap nyata atau dengan merenung kembali. Kadang bisa tiba-tiba menangis, atau mungkin tersenyum sendiri. Membawa diri kita dalam kondisi ‘tersadarkan’. Banyak orang bilang, manusia jaman sekarang seperti zombie. Langkahnya adalah kehampaan. Keringatnya pun keringat kehampaan. Lurusnya ketidak tahuan, melencengnya pun ketidaktahuan.

Merenung mungkin dapat memberikan jiwa-jiwa bagi zombie-zombie itu. Tapi hati-hati jangan ketiduran. Jangan lupa bergerak setelah merenung ya tapi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s