Mas Khaleed Hebat!

Hari pertama melahirkan, disambut riang gembira oleh Khaleed. Adik yang selama ini dia tunggu-tunggu akhirnya hadir juga. Bisa dilihat, dipegang, dipeluk dan *diinjek*. Oops! Iya! Ternyata di hari kedua, ada perasaan aneh yang muncul di benak Khaleed. Kenapa perasaan ini membuat dia galau. Membuat dia cemburu. Membuat dia berkecamuk tak karuan.

Pengen A, B, C yang biasanya gak pernah dia minta. Pengen semuanya sama Bunda. Adik awas dulu. Pengen isengin Alisha terus. Pengen Bunda lihat Khaleed terus. Dan setelah beberapa fase itu, Bunda merasa… Mas Khaleed… C’mon…. It’s enough!!! *Tarik nafas ya Bun*

Karena semakin hari saya semakin tidak waras menghadapi perubahan Khaleed setelah Alisha lahir, maka saya buka laptop dan browsing sana-sini. Gimana menghadapi perubahan psikologis sang kakak, yang di masa kehamilan terlihat antusias dan bahagia memiliki adik baru, tapi pas melahirkan justru terlihat sebaliknya. Akhirnya saya memutuskan untuk menarik nafas panjang dan menjalankan semua nasihat itu. Kuncinya, sabar ditambah ya Bun. Ini wajar. Sangat wajar. Bahkans seorang Bunda Adinda pun mengalami perubahan psikologis kan pas pindah dari Indo ke Korea ke Indo lagi. Sama Bun, anaknya juga. C’mon, gak usah emosi Bun.

Diawali dengan ngedate bareng berdua sama Khaleed untuk nonton Kung Fu Panda 3. Selama ngedate alhamdulillah lancar. Sedikit saja emosi yang kekuras. Sisanya… fun!

Hari berikutnya, masih lah tersisa sedikit, namun saya mulai sadar, justru saat-saat seperti ini, jangan sampai saya kehilangan perhatian ke Khaleed. Dari situ saya mulai belajar membagi perhatian secara adil. Bukan memanjakan Khaleed juga, tetapi berusaha untuk tidak mengabaikan kebutuhan Khaleed karena sibuk beradaptasi dengan Alisha.

Dan minggu ini? Masya Allah! Luar biasa. Mas Khaleed berubah menjadi sosok baru. Seorang kakak yang mulai paham gimana seharusnya bersikap saat Bunda harus mengurus dua anak. Mas Khaleed mulai sbar menunggu giliran dibacakan buku cerita. Sabar menunggu giliran dimandikan. Sabar menuggu giliran ditemanin makan. Sabar menunggu permintaan lainnya dipenuhi Bunda ketika di saat yang bersamaan Bunda harus mengganti popok Alisha, menyusui Alisha atau kegiatan lain yang berhubungan dengan Alisha.

Gak lupa juga Bunda apresiasi setiap kebaikan Mas Khaleed. Dan alhamdulillah uratnya Bunda sekarang rada kendoran, karena Mas Khaleed pun sangat koperatif. Yah… Sesekali towel-towel penuh cinta ke Alisha mah gapapa lah ya. Yang jelas Mas Khaleed sudah menjadi mas-mas kebanggaan Ayah dan Bunda sekarang. Mas Khaleed berhasil melewati fase itu dengan baik.

Selamat Mas! Mas Khaleed hebat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s