Obrolan Suatu Sore di Korea

Ingin sedikit bercerita tentang hasil pembicaraan santai dengan Professor saya, di kampus, CBNU. Sedikit gambaran, Professor saya sudah cukup tua. Kiprahnya di dunia Power Electronics mungkin sama seniornya dengan usianya. Orangnya bijak dan santai. Tidak seperti orang Korea kebanyakan.🙂 Mungkin itu sebabnya saya betah disini. Karena Professor saya.

Obrolan diawali dengan topik thesis saya. Beliau mengalihkan konsentrasi yang sebelumnya tertuju pada monitor, kepada saya, dan bertanya, “Apa yang paling menarik buat anda?” Kira-kira begitulah pertanyaannya. Lalu saya jawab. Dan saya jelaskan tentang kebingungan saya, dasar apa yang bagus untuk memilih topik? Ketertarikan saja? Atau kebutuhan Negara? Karena, saya ingin sekali, ilmu yang saya pelajari juga bermanfaat untuk membangun bangsa.

Lalu beliau menceritakan tentang kondisi Korea 10 tahun yang lalu. Kurang lebih sama dengan kondisi Indonesia sesuai pemahamannya dia saat ini. Bahwa banyak mahasiswa korea yang kuliah di luar. Dan tidak kembali karena bingung mau ngapain ilmunya di Korea nanti. Pada saat itu, di Korea, pabrik-pabrik masih low level. Hanya assembly. Tidak ada R&D. Selain itu juga, pekerjaan-pekerjaan dengan gaji tinggi, walaupun tingkat keilmuan dalam pengerjaannya masih dalam level rendah, tapi didominasi oleh lulusan-lulusan SNU, KU, Yonsei dan universitas beken lainnya di Korea.

Hingga satu masa, perusahaan-perusahaan menjadi stagnan. Dan membutuhkan inovasi-inovasi baru. Untuk mengembangkan perusahaan, manjauhkannya dari kehancuran karena tak mampu bersaing dengan perusahaan lain, terutama asing. Maka semakin tinggi permintaan jumlah master dan doktor untuk melaksanakan R&D di perusahaan. Menurut profesor saya, disinilah titik bangkit perusahaan-perusahaan lokal. Dan menaikkan levelnya dengan memiliki R&D sendiri.

Teknologi-teknologinya menjadi baru. Dan tidak hanya membangun teknologi yang sudah developed di negara-negara maju. Layaknya di Indonesia saat ini. Perusahaan sepertinya masih banyak yang menggunakan tekonologi-teknologi yang di beberapa negara sudah common atau well developed. Dan fase ini yang kemudian ditinggalkan di Korea.

Professor memberikan saya semangat, bahwa, akan tiba masa Indonesia seperti di Korea saat ini. Bahkan dia bilang, kalau topik yang saya pilih, harusnya bisa memicu saya untuk menciptakan lapangan kerja baru di Indonesia. Dengan produk yang dia gambarkan sangat dibutuhkan di Indonesia. Percakapan tentang Indonesia semakin menarik. Takjub juga dengan pemetaan dia tentang kelistrikan di Indonesia.

Terakhir, beliau menanyakan tentang rencana setelah beres master. Saya bilang aja, pengen kuliah lagi Prof. Dan beliau semakin antusias membahsa lebih lanjut topik yang bisa dipilih nanti. =) Wah, jadi semangat lagi nih kuliah di Korea.

Terimakasih , Prof. How lucky I am…

Semoga saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Amiin

4 thoughts on “Obrolan Suatu Sore di Korea

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s