Obrolan Sabtu Itu dengan Eyang Ema

Sabtu sepi itu adalah ketika suami dapat kerjaan tambahan di kantor, anak diajak eninnya ke luar kota. Udah kebayang boring banget mana harus ngurusin pertukangan. Sebelum boring berkepanjangan, di-sms umi lah disuruh ke rumah eyang karena nampaknya lagi kurang sehat, temenin eyang.
Dan sabtu boring itu akhirnya gak kejadian dengan obrolan santai (santai gak yah) seperti ini,
“Yang, ada kabar baik. Jokowi dah sowan ke Prabowo.”
“Wah, bagus pemimpin harus seperti itu.”
*Dalam hati, edan naha jadi bagus gini citranya Jokowi*
“Tapi yang, Prabowo juga bagus statusnya di FB.”
Dan karena HP kecil, jadi eyang gabisa baca, dan minta saya bacain status panjang itu.
*saya bacain sampe berbusa. Panjang pisan*
“Bagus kata-katanya.”
*Nah,,, imbang kan sekarang. Hahaha. Ketawa jahat*
Dari situ mulailah obrolan bahwa memang kita mudah sekali terpecah belah. Indonesia ini beragam banget. Hal itu sudah kejadian sejak jaman Belanda. Kita berbeda mah memang sudah berbeda. Tetapi kadang perbedaan ini dimanfaatkan oleh kepentingan-kepentingan tertentu. Padahal walaupun kendaraan, pakaian, kulit, bahasa dan lain-lain yang beda itu, sebenarnya semua manusia ingin kehidupan yang progresif, aman, damai dan segala yang bagus-bagus. Kita semua sama-sama manusia. Continue reading

Advertisements