Istilah Debat Kusir (2)

Oia, saya lupa jelasin, motivasi menulis tulisan sebelumnya dengan judul yang sama ini. Jadi, kenapa saya bisa berfikir seperti itu? Karena saya sangat menyadari bahwa manusia itu jelas berbeda. Gak usah susah-susah make sekat negara, agama, suku, golongan, perbedaan gaji, IPK, dll. Manusia yang sama-sama islam, sama-sama dari pulau jawa, sama-sama perempuan, saja bisa beda dan bisa berantem, kalau mau. Berantem disini juga gak usah jauh-jauh gontok-gontokan. Gak saling sapa, gak menyenangkan satu sama lain aja menurut saya itu udah gak enak. ๐Ÿ˜€

Jadi ceritanya begini. Continue reading

Advertisements

Istilah Debat Kusir

Di postingan sebelumnya, saya menyinggung soal kebutuhan manusia untuk diakui. Tapi biasanya kalau ngobrol sama suami, bahasa kami adalah manusia itu butuh di “IYA” in. Dan kadang setelah itu mau bagaimana sikap kita terhadap dia, bisa jadi lebih gak penting dibandingkan kebutuhannya untuk di “IYA” in. ๐Ÿ˜€

Kenapa saya bermuara pada kesimpulan itu? Continue reading

Tagihan Listrik di Korea Selatan

Kaget banget rasanya liat tagihan listrik bulan ini. Jadi ini kali pertamanya saya menggunakan electric heater sebagai penghangat. Karena penghangat di rumah yang biasanya menggunakan gas gak cukup panas. Entah disebabkan ruangan yang terlalu tinggi, jendela yang bolong, atau bagaimana. Tapi yang jelas, jauh berbeda dengan rumah yang terdahulu yang cukup dengan menggunakan gas.

Setelah saya cek, ternyata penggunaan wattnya 4 kali lebih besar dibandingkan sebelumnya. Dimana sebelumnya hanya dihitung 10 hari. Jadi saya dan suami mengiranya hanya akan berlipat empat kalinya tagihan. Tapi ternyata, salah. ๐Ÿ˜€ Dan disini cara menghitungnya.

Jadi perhitungan listrik tidak sesimpel 100kWh = 5000. Maka 200kWh = 10.000 dan 300 kWh 15.000. Jadi perhitungannya itu ada ย tingkatannya. Di tagihan rekening saya, ada 6 tingkatan. Yang mana setiap tingkatannya, dihitung per 100kWh. Bingung? Continue reading

Red Gingseng and Me

Di siang yang super duper dingin itu, kedua teman lab saya dipanggil prof ke ruangannya untuk mengambil minuman hadiah yang dah menumpuk di ruangannya. Jadi kalau dateng ke ruangan profesor saya. Bisa dibayangin di lantai-lantainya banyak banget kardus-kardus kecil dan besar yang isinya minuman-minuman botol kaca. Nah, itu macem-macem jenisnya, ada jus buah, gingseng, madu dan lain-lain (eaaa. kesebut juga si dll).

Diambil lah sekitar 6 kardus minuman. Dan semua labmates senang. ๐Ÿ™‚ Minuman grats yang rata-rata emang rasanya enak. ๐Ÿ™‚ Terus saya disuruh ngambil. Dan karena menurut mereka kebanyakan, mereka nyuruh saya ambil satu kardus. Yaitu kardus red gingseng. Katanya ini bagus untuk ibu hamil. Gingseng bagus untuk kesehatan. Continue reading

Dua Kali Winter, Terbanyak Salju

Waktu pagi-pagi bangun, suami saya sudah berlaptop ria. Dan selalu laporan, “Bun, hari ini cuaca bla bla bla.” Dan pagi kemarin, suami bilang, kalau malam itu akan datang salju. Besoknya setelah itu bakal dingin banget. Cuaca yang bodor. Mengingat di postingan sebelumnya saya baru bercerita betapa hangatnya winter ini sampai-sampai turun hujan.

Yang bikin amazed, ternyata salju itu bener-bener datang. Dan super lebat. Lebat sekali. Dalam waktu tidak lebih dari 3 jam, saya keluar, kaki sudah terbenam saat jalan menuju rumah. Dan kali pertama saya melihat orang-orang benar-benar berjalan dengan sangat lamban. Mobil dan orang jalan. Yang mana biasanya saya merasa jadi orang yang lambat jalan kalau dibandingin orang-orang Korea.ย  Continue reading

Hujan di Bulan Januari

Gatel dari kemarin-kemarin pengen banget nulis. Tapi gak tau mau nulis apa. Akhirnya kepikiran juga. Hujan di Bulan Januari. Apa yang aneh dengan Hujan di Bulan Januari? Gak aneh sob, kalau kejadiannya di Indonesia. Nah, yang unik ini, kejadiannya di negeri gingseng, aka Korea Selatan. Gimana anehnya? Nah, ikutin tulisan ini sampe beres (eaaa).

Sebagaimana kita tahu, musim di korea ini kan ada empat yah. Panas, gugur, dingin dan semi. Nah, bulan Januari ini biasanya adalah puncaknya winter. Atau lagi dingin-dinginnya winter. Tahun kemarin konon salah satu masa ekstrem dimana di kota saya mencapai minus 20. Sampai-sampai keran air pun membeku. Mungkin sistem di rumah saya gak antisipasi untuk yang sedingin itu. Padahal saya udah nyalahin boiler. Gak pernah mati. Tagihan gas pun berada pada puncaknya saat Januari. Artinya emang lagi dingin-dinginnya tuh Januari. Continue reading