Khaleed dan Balance Bike

Saya suka sekali olah raga, suami juga. Hal tersebut nampaknya mempengaruhi kecenderungan kami dalam mengajarkan sesuatu ke anak. Kalau ngajarin Khaleed nempel-nempel, gunting-gunting, lipat-lipat, malasnyoooooo….. Tapi kalau ngajak Khaleed hiking, berenang, sepedaan, wah, semangat banget kita. Di satu sisi saya jadi ngerasa kesabaran Khaleed kurang terlatih. Karena kurangnya ruang belajar yang saya malas ituuuuu… Tapi di satu sisi, saya melihat secara natural Khaleed lebih mudah belajar tentang olah raga.

Kemarin-kemarin kami semangat mengajari Khaleed berenang tanpa les. Beneran Bunda dan Ayahnya langsung yang jebur. Alhamdulillah dah bisa maju. Gaya? Suka-suka. Kkkkk. Pokoknya maju dan gak tenggelem.🙂 Sekarang emaknya pengen beralih ke sepeda. Googling-googling cara ngajarin anak (waktu itu umur 2.5 tahunan) sepeda, nemu istilah Balance Bike. Menarik nih. Buka-buka lah youtubenya. Wow. Anak-anak 2 tahun pada jago naik sepeda roda dua. Mobilitasnya jadi lebih gesit, dibandingkan naik sepeda roda empat dan roda tiga. Akhirnya saya cari-cari deh, dan ternyataaaaaaaaaaaa…. MAHAL! >_<

Dengan kondisi keluarga kami kayaknya masih terlalu wah beli sepeda 1 juta buat ajarin anak sepeda. Gimana lah mau ajarin anak sepeda, buat ngelesin berenang aja emak bapaknya sayang-sayang. Akhirnya balance bike cuman sampe di mimpi aja deh. Sambari kalau lagi ada rejeki, belum tega belinya. Terus aja sampai usia Khaleed sekarang sudah 4 tahun.

Setiap akhir pekan kami memang olah raga. Jalan kaki, minimal. Dan Khaleed selalu naik sepeda. Dari jaman roda tiga sampai sekarang roda empat. Tapi emaknya nih gemes banget, ih, pelan yak roda empat. Kkkkk. Gabisa barengin Bundanya lari atau jalan. Hingga akhirnya, kami bertemu sepupu dan berolahraga bersama (bohong. ngegosip). kkkkk. DIsitu ngobrol-ngobrol ternyata doi punya balance bike, dan dengan senang hati meminjakannya ke Khaleed. Alhamdulillah.

Khaleed awalnya antusias. Pas melihat. Tapi pas nyoba pertama kali, Khaleed langsung kangen sama sepeda roda empatnya. Akhirnya strategi saya, saya bawa tuh sepeda kemana-mana. Kalau bosen, tawarin ke Khaleed, main balance bike yuk.

Akhirnya Khaleed suka. Besoknya dia minta naik sepeda ke sekolah. Sampe rela bangun masih gelap, demi gak terlambat ke sekolah karena mau naik sepeda. Ternyata sepeda balance bike ini emang keren. Iya sih pertama kali kayak gemes ngeliat kakinya jalan-jalan supaya sepeda maju. Tapi kita sabar aja nungguin. Lama-lama nampaknya Khaleed dapat feelnya. Terutama bagian handling dan balancing. Gak sampe 200m jalan, Khaleed bisa meluncur dengan seimbang.

Pastinya dia tambah percaya diri dengan kemampuannya menaiki balance bike. Terlihat kedua, ketiga, Khaleed mulai bosan dengan track yang datar. Sampai ada kesempatan kami menginap di CIrebon. Kami menemukan track yang berbukit-bukit yang sengaja didesain untuk sepeda, Khaleed jadi semangat lagi. Alhamdulillah. Semangat mas! Ayo belajar sepeda. Ntar kalau udah jago bisa nemenin Bunda jogging.🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s