Dia Berenang!!!

Renang adalah salah satu olah raga favorit saya. Dulu sekali, di tengah keluarga yang bisa dikatakan berkecukupan (cukup aja, ga lebih. hehe), orang tua saya meleskan saya gak bisa banyak-banyak, tapi untuk renang, mereka berusaha menyanggupi. Momen les renang adalah momen yang cukup menyenangkan. Momen menjebur ke kolam, buat permainan bareng tema-teman selama di kolam dan main-main di sekitar lapangan tenis sambil nunggu dijemput jadi kebahagiaan tersendiri bagi saya saat itu.

Setelah besar, jadi hobi. Gak usah disuruh-suruh, setiap ada kesempatan berenang pasti saya memilih berenang. Dulu sih sukanya karena olah raga yang gak keringeta. Capeknya gak kerasa pas jalaninnya, tapi pas udahannya bisa tidur enak.🙂

Kesenangan terhadap renang ini saya coba tularkan ke anak saya. Sejak bayi, saya terus mencari informasi, kapan anak bayi bisa mulai diajak berenang. Gimana cara ngajarinnya dan lain sebagainya. Karena jujur saja, sebagai lulusan master yang pegangguran, kkkk, sampe anak gedean dikit, ndak sanggup lah les in anak berenang. Terus selain itu juga belum nemu aja tempat les renang yang sreg. Sekalinya nemu yang katanya cucok buat anak-anak, pas merhatin cara ngajarinnya, bisa kayaknya sendiri juga.

Mulai ngajakin Khaleed renang di luar tepatnya pas usia 6 bulan. Sebelumnya, saya beli kolam karet dalam diisi air anget di rumah ortu, kemudian sebulan minimal sekali lah diberenangin. Semangat karena kadang adik saya yang bungsu (dulu masih kecil) juga semangat ikut nyemplung di kolam karet itu. Pas lagi 6 bulan, dapet tontonan video bayi renang. Gak pake mikir -gelo sih ini- anaknya langsung dicobain ditenggelemin. Dan amazed. Khaleed bergerak natural maju dan pas diangkat gak batuk-batuk. Itu artinya dia bisa nahan nafas selama pas berenang. Wow! Bener euy kata google.

Sempat rajin. Tapi pas saya mulai kerja, banyak bolosnya. Akhirnya pas mulai lagi apa yang terjadi? Khaleed takut air. *Lemes*

Tapi berhubung saya pengen banget anak saya bisa berenang, terus saja dicoba. Dan selama ngajakin Khaleed berenang, prinsip saya, jangan di kolam dangkal yang kaki dia sampai. Supaya dia berenang, bukan main air. Lebih baik saya kasih ban, daripada main air.

Setelah 3 tahun, saya mulai putus asa. Kok gak ada kemajuan nih. Berenang make ban terus. Hehe. Akhirnya saya beli pelampung jaket. Pas saya kasih pelampung jaket, wow, maju. Kaki tangannya bergerak dan bisa mengikuti gerakan dasar berenang hanya saja kepalanya di atas air terus. Sejak dibelikan pelampung jaket, Khaleed jadi semakin berani. Bahkan ketika hamil, dimana baju renang saya gak muat dan gak bisa nemenin Khaleed berenang, pelapung jaket ini membantu sekali. Karena saya percaya Khaleed akan aman-aman saja.

Ayah juga membantu Khaleed untuk lebih nyaman di air dan berani. Kalau sama Ayah Khaleed lebih berani dan saya bisa berenang. Sesekali Ayah nunjukin ke Khaleed gimana caranya saya berenang.

Perjuangan itu akhirnya berbuah manis. Suatu hari saat kami pergi berlibur di kolam renang air hangat yang gak punya pilihan, dangkal semua, kami menyaksikan Khaleed berenang. Ya! Berenang. Diawali dengan bangga Khaleed menunjukan kepalanya bisa masuk ke air dengan waktu yang lama lalu dilanjut dengan gerakan dasar renang dan maju.

Jelas kami mengapresiasi betul pertunjukan itu. Kami minta ia mengulangi dan mengulangi lagi. Bahkan ayahnya mengajarkan teknik biar awalnya bisa ngebut dengan menghentakan kaki ke tembok kolam sebelum maju berenang. Kami senang, Khaleed pun menjadi semakin percaya diri. Alhasil hari itu, pagi renang, siang renang, sore renang. Gak capek-capek. Sampe matanya merah. Alhamdulillah… Selamat nak! We’re proud of you!

_Ayah dan Bunda_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s