Ain’t Nobody Perfect

Sebut saja di usia segini saya lagi sibuk memperhatikan bagaimana orang tua-orang tua di sekitar saya menjalani kehidupan dan bagaimana pencapaiannya. Sepertinya saya sedang mencari sosok terdekat yang dapat dijadikan contoh, teladan. Semakin saya mempelajari, semakin saya merasa bahwa gak ada yang sesuai dengan harapan saya. Kenapa ya? Apa saya yang terlalu menerapkan standar yang tinggi? Atau terlalu mudah bagi saya illfeel ketika melihat kekurangan orang tua-orang tua tersebut?

Sebelumnya saya memiliki beberapa list orang keren terdekat dalam hidup saya. Namun semakin mengenal, semakin bisa menemukan kekurangan. Sampai akhirnya suami saya menjawab curhatan saya.

Kenapa ya sekarang jadi susah respect sama mantan idola saya? Sulit sekali mengembalikan kepercayaan, penghargaan, kepada orang-orang tersebut yang akhirnya saya menemukan kelemahannya?

Jawaban suami simple. Emang perlu saya mengembalikan tingkat respect saya seperti sebelum saya mengetahui sesuatu hal yang buruk? Gak akan beres. Sekarang yang penting, ambil yang baik. Fokus pada kebaikan orang tersebut. Ain’t nobody perfect, and so you are.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s