Jangan Pernah Lari dari Masalah

Oia, dari kebaikan hati pembimbing saya yang memilih tidak menghukum saya pagi ini karena progress yang lamban, saya juga belajar. Bahwa jangan lari dari masalah. Berusaha lah sekeras yang kita bisa untuk menyelesaikan masalah. Kalau pun masalah itu sulit, cari cara, dan jangan memilih untuk lari. Karena lari justru membuat kita semakin jauh dari solusi.

Dalam perjalanan S1, S2 dan sekarang S3, saya memang merasa yang terbaik justru ketika S1. Ketika masih single, pulang terserah kapan saja, kalau penasaran sama sesuatu dikejar sampe beres. Berbeda sama sekarang yang pikirannya semakin bercabang. Tapi memang seharusnya gak bisa jadi alasan untuk lari. Karena justru ketika masalahnya sulit, sekarang saya sering memilih lari menjalankan kewajiban yang lain sambil yang satu terbengkalai. Karena berpotensi sekali untuk melakukannya. Tapi, sekarang saya yakin. Hadapi. Sekali maju, gak ada kata kembali.

Ingat selalu yang dibilang Pak Richard di awal memulai S3. You cannot fail if you dont give up. Dan seharusnya itu cukup untuk saya bertahan terus menyelesaikan tantangan S3 ini. Ini adalah pilihan saya. Ini tantangan yang saya yakin akan membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik. Hadapi! Jangan lari!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s