Proud Bunda

Ada hal-hal yang luar biasa dari Khaleed setelah mulai menjadi anak sekolah di Pre-K Darul Hikam. Sebenarnya sebelum sekolah, saya berusaha mendidik Khaleed sebagai manusia yang mandiri. Namun sekolah ternyata cukup membantu saya lebih mudah mengajarkan Khaleed kemandirian.

Ada motivasi, ada semangat dari Khaleed untuk datang ke sekolah dan menjadi pribadi lebih baik. Di awal mau sekolah, Saya menjelaskan, bahwa di sekolah nanti Khaleed akan bermain banyak. Gak kayak di rumah atau di Daycare, mainan di sekolah lebih banyak. Bu Guru juga akan mengajak Khaleed bernyanyi dan belajar berdoa yang mungkin baru buat Khaleed. Pertanyaan lucu dari Khaleed setelah saya menjelaskan banyak hal tentang sekolah adalah, “Nanti di TK ada kasur gak Bunda? Buat bobo kalau Khaleed ngantuk.”

Semangat masuk sekolah itu dibuktikan dengan hari-hari sebelum sekolah. Khaleed lebih semangat bangun pagi, mandi dan sarapan. Biasanya suka rada keluar nih urat kalau ngajakin Khaleed pagi-pagi, terutama mandi dan sarapan. Karena sambilannya banyak banget. Masuk sekolah, berbekal pengertian sebelumnya juga berhasil menghilangkan drama “hari pertama sekolah”. Alhamdulillah.

Nah, setelah sekian minggu sekolah, saya dibekali buku iqro. Iseng-iseng saya bacain ke Khaleed. Eh, dia ternyata semangat. Dan karena bacanya di tab, jadi lebih semangat lagi. Kagetnya saya lainnya adalah Khaleed mulai mahir makan dan memakai sepatu sendiri. Belakangan ini malah bisa makai kaos kaki sendiri. Kalau habis bermain juga tidak perlu waktu lama untuk segera membereskannya. Sesudah makan mau menaruh di tempat cuci piring.

Saya kemudian merasa bangga bercampur haru karena ternyata bayiku ini udah bukan bayi lagi. Sepertinya dia memang sudah disiapkan oleh Allah mau jadi mas-mas buat adik-adiknya.🙂

Di sisi lain, karena dia semakin besar, dan otaknya juga semakin kaya, ada sedikit perbedaan ketika keinginan kami berdua berbenturan. Kalau dulu yang dilakukannya adalah teriak atau mungkin menangis, sekarang sudah mulai bisa bernegosiasi. Mampu mengungkapkan alasan, bukti dan aneka pendukung keinginannya. Seperti pagi ini, dia berdebat bahwa membawa mainan ke sekolah itu tidak apa-apa. Yang penting kalau ada teman mau pinjam dipinjamin. Lagi pula teman-teman dia ada yang membawa mainan juga.

Namun, akhirnya saya berhasil mengarahkan untuk tidak membawa mainan ke sekolah. Tetapi ditaroh di tas daycare nya saja. Dengan penjelasan, gak semua yang teman Khaleed lakukan itu benar. Gak semua harus diikutin. Kan kata Bu Guru gak boleh bawa mainan. Jadi Khaleed taroh aja ya mainannya di tas daycare. And… Done!🙂 I am a proud Bunda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s