Bola: Pekerjaan Ayah (?)

Pagi ini saya tersenyum di kelas seminar mingguan. Kenapa? Karena suami baru laporan bahwa dia baru saja mandi karena selesai tanding futsal dan kalah. Jadi runner up ceritanya.

In my mind, “Oh, He is still anas who had broken leg caused by a futsal competition. But the difference is he is now with a son and a wife.”

Rasanya cerita jaman kuliah ya tanding bola, tanding futsal. Di Korea? Ya main futsal sama teman-teman Korea, main bola sama teman-teman Indonesia di Korea. Di pekerjaan sebelumnya pun ikut kompetisi di perusahaan. Dan sekarang pun begitu.

It’s a good habbit, Ayah. Keep it up! Hehe.

Mungkin dengan rajin berfutsal ria, Ayah menjadi semakin sehat dan badannya OK. Terus gara-gara main futsal Bunda kok malah mikir, wah suami ku ini nanti tuanya ganteng dan macho kayak om Liam Nesson. Nah, yang terakhir ini sepertinya udah ngelantur jauh. Mari kita sudahi saja tulisan ini.

But, last, I love you Ayah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s