2 Hari Bersamamu

Tepat 1 minggu yang lalu, saya sakit. 2 hari sebelumnya badan terasa lemas sekali. Mau ngapa-ngapain gak ada tenaga. Alhasil cuman bisa duduk sambil ngetik-ngetik tugas. Sampai akhirnya saya merasa Kamis pagi itu dingin sekali. Padahal matahari begitu cerah. Mencoba untuk bekerja tetapi kepala sakit dan posisi badan seperti apapun rasanya tidak enak. Akhirnya memutuskan untuk ke dokter. Padahal biasanya jarang ke dokter.

Kenapa? Karena besoknya presentasi dan hari ini ada kuliah. Kalau benar saya sakit, maka saya harus nunjukin surat. Jadi ke BMG lah saya. Dan ternyata saya demam cukup tinggi dan radang tenggorokan. Terpaksa pulang dan beristirahat di rumah.

Di rumah terasa lemas sekali dan kepala pusing. Rasanya gak kuat ngapa-ngapain. Suhu sekitarpun berasa dingin. Sempat bingung mau istirahat sendiri dan Khaleed di daycare atau bersama Khaleed pulang. Akhirnya memutuskan untuk bersama dengan Khaleed.

Alhamdulillah. Khaleed berbeda. Dia sangat mandiri setelah diberitahu kalau Bundanya sakit. Mengambil susu sendiri. Menyalakan dan mematikan lampu sendiri. Bahkan pipis sendiri. Ketika ada keinginannya kepada sesuatu pun tidak memaksa.

Oh, my baby boy. You grow up so fast. 😀

Kadang Bunda merasa lelah memenuhi semua kebutuhanmu. Dan merasa, kapan kamu akan mandiri? Tapi sepertinya Bunda salah. Sepertinya Bunda sangat bahagia memenuhi kebutuhanmu. Karena Bunda ingin selalu bersama sama Khaleed. I am happy with you, my Shaleh Boy.

Advertisements

Ngeles Versi Memakai Kacamata

“Mas, sudah ya nonton dan main HP nya. Nanti kalau Khaleed terlalu banyak main HP, syaraf-syaraf di tangan Khaleed bisa sakit.”

*krik krik krik. ngomong apa sih bun*

“Kalau Khaleed kebanyakan nonton dan main HP, nanti matanya rusak. Bisa pake kacamata kayak Bunda.”

“Gapapa Bun, pake kacamata aja kayak Bunda gapapa.”

“Gak enak loh mas kalau make kacamata. Nanti pas olah raga kacamatanya goyang-goyang. Jadi harus dilepas. Kalau dilepas nanti pas main bola Khaleed gabisa liat bola nanti gabisa bikin gol.”

“Gapapa Bunda, main bolanya make kacamata aja.”

“Terus mas, kalau make kacamata, kan berarti kita harus beli kacamatanya. Kacamata itu mahal mas.”

“Gausah beli Bunda. Khaleed pake kacamata Bunda aja.”

Please try again Bunda. Belajar lagi yak!

Robot Gendut

“Bunda, Khaleed mau nonton robot gendut.”
“Bunda… Bunda cerita robot gendut dong…”
“Bunda, Khaleed nanti mau punya robot gendut yah.”

Yups, sejak ayahnya membawakan film Big Hero Six ke rumah, Khaleed sangat antusias sekali dengan robot lucu dan baik hati ini. Setelah beberapa kali menonton filmnya, saya merasa bagus sih ini filmnya. Dan alhamdulillahnya Khaleed juga suka.

Cuman ya namanya anak-anak kalau gak dikendaliin, ya pengennya nonton terus. Lupa deh sama mainan baloknya, mainan binatang-binatangnya. Sebelum terlalu bablas, kayaknya harus dikendalikan nih nonton Robot Gendutnya.

Oia, ngomong-ngomong soal Robot Gendutnya Khaleed, Bunda aja deh yang jadi Robot Gendutnya Khaleed.

“Hello, I am Bunda. I am your personal healthcare companion. On a scale from 1 to 10, how do you rate your pain?” 🙂

I love you, Khaleed.