Bisa Gak Ya Bilang Gini ke Anak?

“Nak, kejarlah cita-citamu!”

Hihi. Sepertinya kata-kata tersebut indah. Tapi bagaimana jika suatu saat Khaleed bilang ke saya pas masuk SMA, “Bun, Khaleed mau ambil kuliah fotografi di negara XXX. Khaleed mau jadi fotografer national geographic.” atau mungkin, “Bun, Khaleed mau ambil jurusan drama. Khaleed mau jadi pemeran drama musikal yang terkenal di seluruh dunia dan bikin pagelaran-pagelaran drama yang keren.”

Apakah saya akan menjawab, “Sip Khaleed. Kejarlah cita-citamu.” (?)

Hihi. Sepertinya gak akan mudah yah. Tapi idealnya, saya percaya harusnya yang dilakukan saya adalah mematangkan perkembangan Khaleed sehingga dia akan selalu berusaha mempertanggungjawabkan apa yang dia pilih. Bekerja keras. Dan tetap berfikiran terbuka sehingga bisa ngobrol asyik walaupun kami berbeda dunia yang digeluti.

Tapi pertanyaan saya ke diri saya, akan kah itu semudah yang saya pikirkan? Sepertinya tidak, tapi juga, sepertinya saya harus latihan.🙂 Seperti halnya saya dan Ummi, kami pernah menghadapi pilihan-pilihan yang mungkin tidak kami sukai bersama-sama. Tetapi Ummi bisa memahami dan mendukung saya bekerja keras dan bertanggung jawab akan pilihan saya. Dulu saya pikir itu pekerjaan sederhana. Saya lupa kalau Ummi juga punya preferensi.

Kasus sederhana terjadi saat saya memberikan wall sticker dari hadiah berbelanja. Bergambar pesawat dan awan. Lalu, karena Khaleed semangat mendapatkan hadiah itu, Khaleed ingin menempelkan sticker-sticker itu sendiri. Hmmmm. Pertama kali nempel, pesawatnya terbalik dan terlipat. Hmmm. Gatel pengen benerin. Tapi gimana dia harus belajar merealisasikan idenya, apa yang ada dipikirannya. Bersabar menunggu Khaleed dan mengarahkannya dengan cara yang halus, dan taraaaaaaaaaaaaa. Bagus juga lumayan hasilnya. Apalagi ada kebanggaan di diri Khaleed dengan menempel stickernya sendiri, “Bunda, Khaleed tempel-temepel sendiri…” ^^

Setiap waktu nganggur di kamar Khaleed duduk di hadapan wall stickernya. Dan kalau ditanya, “Mas, lagi ngapain?” “Lagi liatin pesawat Bun.”🙂 He loves his work.

Belajar sedikit-sedikit ya Bunda. Menghargai pilihan anak. Semoga ntar-ntar pas udah gede gak perlu tarik-tarikan urat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s