BBM Naik Versi Supir Angkot

Hari ini mencoba pengalaman baru ngangkot dari Padasuka ke Kampus. Ojek turun naik 2000. Dan kagetnya angkot sekarang 6000. Wew. Tapi mari kita dengarkan curhatan supir angkot dengan temannya.

“Sepi mang.”

“Biasa mun BBM naik langsung kieu.”

“Naraik motor jigana.”

“Nya heueuh lah. Mun dipikir-pikir, mending keneh naik motor.”

“Kumaha nya nasib angkot. Kamari jurusan X-Y ngajual angkotna dua. Isuk-isuk moal aya angkot deui.”

“Can deui aya bis monyet gajah (padahal mah bis badak) na Ridwan Kamil. Geus we barudak sakola mending keneh naek eta timbang angkot.”

Emang sih dari perjalanan sejauh Padasuka-ITB, hanya ada 3 penumpang yang naik. Sepi banget. Tapi saya gak tahu biasanya serame apa, soalnya ini baru pertama kali.

Tapi ini serius. Kalau BBM sudah naik. Dan negara beneran punya anggaran besar lain. Please Pak Jokowi, buat program cepat untuk perbaiki kualitas pelayanan transportasi umum. Saya yakin, ketika harga walaupun lebih mahal dikit dari momotoran, kalau transportasi umum nyaman, saya lebih memilih transportasi umum.

Yang bikin saya gak nyaman dengan transportasi umum adalah, duduk tidak nyaman, panas, ngetem, harga tergantung si supir alias gak fix dan cara bayar yang masih kurang nyaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s