You Cannot Fail If You Don’t Give Up

Pagi ini kuliah seminar diisi spesial oleh dua orang yang tidak perlu saya sebutkan namanya. Tapi jujur, ini yang saya kangenin dari berkuliah di ITB. Dosen-dosen seringkali bukan hanya menyampaikan kuliah, tetapi memberi semangat untuk melakukan yang terbaik.

Berawal dari data bahwa 50 dari 100 orang diterima sebagai mahasiswa S3 di STEI ITB. Lalu ternyata dari 50 hanya 16 yang mampu lulus. Sehingga mengundang tanda tanya, apa yang salah? Kenapa sedikit sekali mahasiswa yang berhasil menyelesaikan program doktor di STEI ITB?

Akhirnya kami diberikan dua kuliah motivasi yang cukup bikin saya ngerasa semangat buat tetap mempertahankan kebiasaan belajar seperti sekarang ini. Sebelumnya, saya memaknai ini sebagai keharusan yang mirip sama apa yang dilakukan waktu studi di Korea. Tapi sekarang saya lebih bisa memaknai ini sebagai membangun kebiasaan belajar yang cepat atau lambat akan sangat dibutuhkan untuk menghasilkan suatu penemuan.

Tidak sedikit mahasiswa doktor yang merasa masa tugas belajarnya adalah masa cuti dari pekerjaan dan dapat menghasilkan uang dari proyek-proyek yang dikerjakan. Sampai akhirnya banyak yang lupa bahwa dia sedang mengambil doktoral. Hasil apa yang dapat diharapkan ketika orang mempersiapkan presentasi dengan membaca sekilas 1 atau 2 paper sehari sebelumnya? Penemuan apa yang diharapkan ketika sehari-hari yang dilakukannya adalah jauh dari kegiatan riset? No hope. Gak ada yang bisa diharapkan. Mesti ada yang dirubah dari manusianya atau sistemnya.

Saran bapak-bapak dosen ini sebenarnya sederhana. Tetapi mungkin pelaksanaannya yang penuh dengan tantangan. Jangan cengeng. Percaya, kalau yang sudah masuk disini adalah kandidat terbaik. Bisa menulis. Mengerti bahasa Inggris. Memiliki kemampuan akademik yang baik. Sekarang tinggal mau apa gak? Niat apa yang dapat membuat dapat bertahan bahkan meraih kesuksesan dalam program doktor ini?

Mau tidak meluangkan waktu setiap hari untuk belajar, membaca paper, mencoba? Mau tidak mengikuti kurikulum yang sudah ditetapkan sesederhana mungkin? Jawab saja mau. Jika sudah mau, pasti mampu. Tidak usah takut gagal. Karena kita tidak bisa gagal kalau kita tidak pernah menyerah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s