Karena Allah Selalu Dekat

Kepala ini selalu berfikir bagaimana caranya ini, bagaimana caranya itu. Saya ingin ini diselesaikan, itu diselesaikan. Sampai kita bertemu dengan batas, saya tidak tahu lagi bagaimana seharusnya ini dikerjakan. Tenang… tenang… tarik nafas dulu. Duduk santai. Dan ingat, saya punya Allah. Have you done your best? Insya Allah. Nah itu apalagi. Harusnya lebih tenang. Karena Allah selalu dekat dengan kita. Sedekat urat nadi kita.

Cuman kadang, sombongnya saya, saya suka menempatkan Allah di akhir seperti kejadian di prolog tulisan ini di atas. Andaikan sejak awal berusaha, berfikir, bekerja dan lain-lain itu saya sudah berserah kepada Allah dan yakin semua akan Allah kasih yang terbaik melalui hasil, hati ini akan menjadi lebih tentram dan kekuatan ini akan lebih besar. Karena saya percaya dan yakin Allah selalu dekat. Tanpa saya yakin pun Allah selalu dekat. Tetapi keyakinan saya tentang dekatnya Allah dengan saya sebenarnyalah  yang saya butuhkan untuk menambah kekuatan diri. Saya yang butuh. Allah maha besar dan tidak butuh saya percaya apalagi menyembah.

Ya Allah, maafkan saya karena selalu berfikir terbalik seperti itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s