Bunda, Gendong…

Sudah tiga hari berangkat ke Daycare Khaleed dengan berjalan kaki. Awalnya alasannya sederhana, karena saya ingin belajar mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas orang tua, dalam hal ini mobil. Beberapa kali mencoba, mendapatkan manfaat lain juga, yaitu bisa lebih hemat dan lebih bisa eksplorasi lingkungan sekitar yang kita lewati dengan berjalan. 

Tapi saat berjalan, memang tidak mudah. Apalagi untuk Khaleed. Hari pertama dia minta digendong terus. Hanya sesekali ketika ada yang menarik seperti bunga, kucing, ayam dan hal-hal seperti itu, dia mau turun. Dan sebentar saja. Lalu minta digendong lagi. Berikutnya hari kedua, alhamdulillah lancar berjalan cukup jauh dari biasanya. Walaupun setelah itu (saat tujuan sudah dekat, dan pas banget tanjakan) Khaleed baru minta digendong. But, anw, itu sudah progres sih buat kami. Hari ketiga, kami melewati jalan yang menarik (ada kambing, ayam kalkun dan semak-semak). Khaleed kemudian mau berjalan sendiri. Sampai akhirnya dia kaget dengan ayam, dan minta digendong. 

Setelah membaca-baca artikel di babycenter, tampaknya memang ini yang harus saya hadapi setidaknya sampai Khaleed berusia 3 tahun. Dimana kebutuhannya untuk digendong akan berkurang. Ternyata, untuk seorang anak kecil seperti Khaleed digendong itu adalah sesuatu yang luar biasa. Kenapa? Karena dia dapat melihat apa yang kita lihat. Selain itu, sentuhan yang intens saat menggendong pun menjadi sangat berharga buat Khaleed. 

Nah, sekarang kan Khaleed 2 tahun. Dengan pertimbangan manfaat digendong dan kekuatan tangan saya dalam menggendong Khaleed untuk jarak yang cukup jauh, sepertinya harus diatur strateginya. Saya akan menggendong dia semampu saya. Saya akan usahakan menurunkan dia di jalan yang nyaman untuk dia. Biasanya di jalan yang sepi dan ada hal yang menarik yang dapat Khaleed eksplor. 

Saya juga sadar, usia 2 tahun adalah masa-masanya eksplorasi untuk Khaleed. Setidaknya mindset itu memudahkan saya. Dulu kalau Khaleed sedang berjalan sendiri dan lama, saya suka tidak sabar. Sekarang kalau dia lama atau berhenti melihat sesuatu dan berkomentar atas itu, saya bisa tersenyum sambil dalam hati berkata, “Kamu lagi belajar ya nak, silahkan lanjutkan, Bunda akan tunggu.”

Sambil berjalan juga, kalau saya memang lelah tangannya menggendong, maka saya akan bilang baik-baik, “Mas Khaleed, sekarang kan sudah besar, jadi digendongnya dikurangi yah.” Semoga seiring berjalannya waktu Khaleed akan paham dan saat waktunya tiba (usia 3 tahun), Khaleed bisa berjalan bersama-sama ayah dan bunda tanpa perlu sering digendong.

4 thoughts on “Bunda, Gendong…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s