Menghadiri Sosialisasi BandungCleanAction (Menyusup)

Hari ini perasaan saya senang sekali. Kenapa? Karena akhirnya punya kesempatan lagi bertemu dengan RK. Ini kali ketiga saya berada di acara yang sama dengan RK. Pertama, waktu RK kasih sambutan di acara saya dan sepupu-sepupu promosi daycare Darul Hikam. Kedua, waktu RK jadi saksi di nikahan sepupu. Ketiga, tadi di acara BandungCleanAction.
Di acara kali ini saya sebenarnya maksa ikut ke Ibu saya yang dihndang sebagai salah satu kepala sekolah di Bandung yang sekolahnya mendapatkan penghargaan adiwiyata. Waktu mengisi buku tamu saya baru mengetahui ternyata yang hadir adalah berbagai jenis komunitas/instansi di Kota Bandung. Jadi orang-orang yang hadir adalah pemimpin yang ounya buntut di komunitas/instansinya.

Saya memilih duduk di paling depan karena ingin melihat lebih dekat walikota saya itu. Acara yang seharusnya dimulai pukul 3, baru mulai pukul 4. Agak kesal sih karena lama menunggu. Tapi ada yang unik. Saat menunggu, ada musisi di depan yang menghibur. Dan mereka adalah mantan pengamen jalanan. Wow, he didnt lie at his people when he talked about decreasing the number of people working at street.
Saat acara dimulai. Biasa lah ceremonial. Bacaan doa pembukanya bagus. Kontekstual.🙂
Lalu dilanjutkan sambutan oleh pejabat lingkungan hidup. Baca teks. Cepet-cepet. Potongan nya hak jelas. Akhirnya saya menganggap segitu lalu saja. Saya memperhatikan tapi untuk diceritakan disini saa lupa detilnya.
Lalu ada dua orang yang menjelaskan tentang gerakan pungut sampah yang akan dimulai dalam waktu dekat. Kreatif. Jadi nanti di setiao hatk senin, rabu dan jumat akan ada gerakan mungut sampah bareng. Sederhana. Di pagi hari. Kurleb 20 menit di adius 200 m dari tempat kita berada pada saat itu. Taro di kantong dan simpan sampai menemuka  tempat sampah yang bisa menampung. Dan jni dikhususkan dulu untik sampah non organik.
Untuk lebih memotivasi warga, nanti ada aplikasi untuk melaporkan kegiatan kita. Pemerintah akan memberikan penghargaan berupa lencana sesuai warna. Mengikuti level di karate. Di mana warna hitam adalah warna tertinggi yang menunjukan semakin banyak kita membantu membuang sampah yang tercecer ke tempat sampah. Gosi0nya setiap level ada apresiasi berupa hadiah. Level tertinggi umroh. Hihi.
Setelah dua orang itu berbicara, ada seorang pengusaha menjelaskan tentang prosedur detilnya.
Terakhir guess who? RK! Orang yang gw tunggu-tunggu. Beliau naik ke panghung dan berdiri di depan meja. Menyapa hadirin dengan salam sunda dan menghantatkan joke yang membuat semua hadirin ketawa. Beliau mengajak kita memulai segalanya denhan cinta. Kenapa cinta? Beliau menganalogikan dirinya dan sang istti, Bu Atalia. Kalau Bu Atalia melakukan sesuatu yg beliau harapkan, beliau akan semakin cinta. Kalau sebaliknya, beliau tidak akan mencaci maki. Tetapi akan menasehati baik-baik dan memotivasi atau mendukung perubahan. Itulah cinta. Kalau cuman mencaci maki, orang lain juga bisa. Dari situ dia mengajak masyarakat bandung untuk nyaah, cinta, ke kota bandung . Itu dulu.
Berikutnya beliau sedikit bercerita tentang pengalaman kemarin di singapura. Apa yang beliau sampaikan di depan ratusan walikota seluruh dunia. Beliau tidak membahas MRT, da gak punya. Pengelolaan sampah, da blom juga. Jadi beliau berbicara tentang ‘gotong royong’. Bandung adalah kota dimana gotong royognya paling modern di Indonesia. Itu dihargai oleh forum tersebut. Makanya dia ingin mengajak masyarakat bandung untuk berkontribusi sekecil apapun untuk kota bandung. Dengan semangat kolaborasi. Yabg kaya kasih duit, pengusaha kasih diskon ke warga bandun yang dukung program pemerintah, yang ointer kasih ide, dll. Sampai-sampai kalau merasa gak punya apa-apa lagi untuk bantu, ini saatnya, banyu mungut sampah di lingkungan sekitar.
Beliau optimis orang-orang yang diundang disini adalah orang-orang yang mempunyai impact karena memiliki komunitas/instansi. Jika gerakan pungut sampah ini behasil diterapkan oleh yang hadir di ruangan tadi, maka sudah 1 juta orang yang berkontribusi. Pasti bakal terasa manfaatnya.
Selanjutnya beliau mengatakan bahwa kita mentalitasnya belum sampai seperti masyarakat negara maju. Beliau bahas orang buang sampah ke sungai. Ditegur, alasannya karena tidak ada tempat sampah. Disediakan tempat sampah, eh tetap buang sampah bukan di tempatnya. Bajkan yang bikin gemes, ada sampah tercecer di dekaaaaat tempat sampah. Dekat sekali. Gak sampai dua detik lah untuk mindahin ke temoat sampah. Tapi kenapa? Iyu masalah mindset. Jadi mindset kita blom bersih, blom rapih. Jadi beliau inhin perubahan itu dimulai dari pola pikir dulu.
Beliau setuju kampanye untuk menghugah kesadaran masyarakat bandung. Salah satu contohnya adalah model temoat sampah yang sebelumnya sudah dipresentasikan oleh pengusaha tadi. Yang penting orang tertatik dulu dengan gerakan ini.
Dalam gerakan pungut sampah ini juga, semua pihak bisa terlibat. Musisi, bikin musik ajakan untuk mungut sampah. Yang jago gambar buat poster, dll. Kolaborasi.
Kenapa namanya mungut sampah? Bukan jangan buang sapah sembarangan? Beliau menjelaskan bahwa nama pertama adalah aksi. Sedangkan nama kedua tidak terkandung unsur aksi apa yang harus dilakukan, itu hanya larangan.
Dalam gerakan pungut sampah ini juga beliau masih menerapkan sistem doorprize untuk penghargaan siapapjn yang terlibat paling aktif dalam gerakan ini. Beliau melihat orang bandug masih perlu dibreri hadiah untuk melakuka sesuatu.
Pidato singkat tetapi sangat menggugah. Dari gaya menyampaikannya, seolah ada banyak sekali pikiran yang beliau kemukakan.
Setelah acara usai saya menghampiri beliau. Memanghil. Dan tidak disanhka beliau meresoon jabatan tangan saya. Saya bilang minta doa untuk s3 dengan topik sustainable energy. Doain juga supaya bisa berkontribusi kepada masyarakat dengan ilmu saya seperti bapak. Beliau membalas supaya saya kalau sudah lulus daftat PNS kota Bandung. Bergabung dan berkolaborasi.
Pengalaman hari ini sungguh menyenangkan dan menggugah. Terimakasih ya Allah. Terimakasih ummi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s