Khaleed Maher Fauzi

HPL anak pertama saya adalah 3 Juli 2012. Namun di pemeriksaan bulan ke delapan, dokter memprediksi kelahiran akan maju sekitar seminggu. Makanya, seminggu sebelum HPL dibuat janji ketemu lagi untuk pemeriksaan lebih akurat. Senin itu, h-7 HPL saya dan suami datang ke dokter. Tapi tidak ada kemajuan posisi bayi yang signifikan. Mules pun tidak. Agak sedikit kecewa karena waktu itu saya bener-bener dah gak sabar menanti kehadiran jagoan kami.πŸ˜€

Untuk keamanan di labπŸ˜› saya mengambil cuti dan disambut dengan baik oleh Professor saya. “That’s a good idea!” kata Prof. Hehe. Takut berojol di lab yah prof?πŸ˜€ Menunggu di rumah cukup membosankan. Sampai akhirnya saya mulai merasakan mulas. Dan datang ke dokter. Kemudian dokter melakukan pemeriksaan lagi. Dan menyuruh saya pulang. Sabar bu, ini baru pembukaan dua.😦 Jiah, disuruh pulang lagi. Padahal tadi dah siap-siap banget buat lahiran. FLek pun sudah keluar. Mules juga. Tapi selagi masih bisa ngapa-ngapain, kata dokter jangan ke RS dulu.

Kali ini agak sedikit senewen. Masalahnya flek sudah keluar. Dan berkali-kali. Belum lagi mules-mules sudah mulai. Walaupun belum teratur. Dengan semangat 45, saya berusaha untuk mempercepat persalinan. Kalau kemarin hanya berjalan kaki mengelilingi lapangan SD, kali ini naik turun tangga yang ada di lapangan SD. Banyak banget lah pokoknya. Lama pulak. Ditemani suami tercinta.πŸ˜€

Pas pulang ke rumah, langsung deh mandi. Dan bersiap santai karena bakal ada semifinal spanyol vs portugal. Sambil nunggu bola, saya tidur-tiduran santai. Dan??? Mulai kerasa mules dashyat. Dalam hati senang sekali. Kayaknya sekarang nih. Dan pas diitung durasi dan jedanya, semakin yakin, ini tanda-tanda persalinan. Namun suami saya yang cool, calm n confident bilang, “Besok lahirannya. Santai aja.” Sambil ikut nyatetin kalau saya mules.

Semakin sering, semakin dashyat. Semakin yakin untuk meyakinkan suami kalau ini kayaknya bentar lagi. Terus saya konsultasi sama Mbak Anggi dan Mbak Anggi bantuin nelepon rumah sakit untuk nanya boleh gak dateng sekarang? Tapi kata suster disana. Nanti aja kalau sudah bener-bener gak kuat.

Oke deh. Akhirnya kami santai dan menonton Spanyol vs Portugal. Barang-barang ke RS memang sudah disiapkan jauh hari. Saat adu penalti semifinal euro, saya bener-bener merasa sangat gak kuat menahan mulesnya. Tanpa tanya-tanya lagi, saya dan suami memutuskan untuk ke rumah sakit. Dan mengabarkan Teh Ratih yang katanya ingin menemani kalau harus ke RS.

Kami bertiga berangkat. Saya masuk ruangan bersalin tanpa ditemani suami. Diperiksa ini itu. Dan? Wow! Ini bener-bener mules sebenernya. Saya benar-benar gak bisa berkata apa-apa, selain, sakiiiiit banget. Tapi selalu inget kata-kata Umi dalam menghadapi persalinan. Nikmati sakitnya. Rileks. Dan semuanya akan berjalan nikmat sekali.πŸ˜€ Thanks may, ilmu yang sangat berharga.

Setelah menunggu lama di ruangan cek kontraksi, akhirnya saya dipindahkan ke ruang bersalin. Disana, sambil ditemani oleh suami, saya kembali menonton pertandingan Spanyol vs Portugal yang diulang di SBS. Semakin mules, semakin gabisa ngapa-ngapain, dan ahirnya dokter datang. Dia bilang ini baru pembukaan empat. Wow. Gimana pembukaan 5,6,7,8,9? :O

Terus dia memberikan pain killer. Dan wew, saya jadi ngantuk berat. Dan rasa sakit jai jauh berkurang. Namun seingat saya, jangan sampai saya ketiduran dan hilang rasa.

Bertahan dengan kondisi yang jauh lebih nyaman, kemudian datang bidan dan kaget dengan kondisi saya yang sudah siap besalin. Kemudian dimulai lah persalinan, tanpa dokter. Karena mungkin dokter lagi sibuk atau apa. Setelah mengejan beberapa kali, akhirnya dokter datang. Dan dengan sekali mengejan, keluarlah jagoan kecil saya. Ia menangis dengan sangat keras. Bergerak dengan sangat aktif. Ditidurkan di perut saya. Kemudian dibersihkan. Dan menyusu dengan lahapnya.

Di saat selesai semua proses persalinan, saya dan suami akhirnya memberikan nama untuk jagoan kami, Khaleed Maher Fauzi. Anak lelaki yang tangguh, kuat, menjadi ahli di bidangnya kelak dan termasuk orang-orang yang dimenangkan, beruntung.πŸ™‚

Cepat besar nah, Bunda dan Ayah sayang banget sama Mas Khaleed.

2 thoughts on “Khaleed Maher Fauzi

  1. ih dindaaa, baru baca cerita2nya, kok ga dipublish di fb atau wa? hehee
    Selaluuu terharu dan mau nangis setiap baca denger cerita kelahiran. Rasanya mengharu biru, dan yes, langsung inget cenat-cenut yang nikmat itu ^_^
    Welcome to the motherhood club ya, enjoy every moment!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s