Pertolongan Pertama Bagi Muslim Lapar di Korea

Ini tulisan gtau penting atau gak. Tapi saya berdoa, semoga ini penting buat temen-temen muslim yang dateng buat jalan-jalan di Korea. Asumsi saya, biasanya kalau yang dateng jalan-jalan, dan ia muslim, suka kebingungan untuk makan-makanan Korea. Gak semua makanan di Korea itu mengandung babi. Kalau bisa bertanya menggunakan bahasa lokal, mungkin mudah. Tapi kalau turis kan biasanya boro-boro yah ngomong Korea. Kalau nyanyi Korea mungkin banyak yang bisa. 😀

Dah ah, kepanjangan prolognya. Continue reading

Udahan Kah (?)

Setelah berbedrest ria dua hari ini di rumah, akhirnya seger lagi untuk balik ke lab dan beresin kerjaan yang sebenernya tinggal dikit banget. Pergilah ke kampus dengan tubuh segar. Dimulai dengan mengecek simulasi untuk mengetahui seberapa ampuh metode MPPT yang saya buat. Terus laporan ke Profesor. Terus ketemu profesor lain untuk minta feedback tentang thesis saya. Terus edit thesis. Dan??? Dan???

Dan saya berdiskusi dengan Professor. Soal metode MPPT yang dikembangkan, ke depannya mau diapain. Setelah itu, saya tanya, “Ada lagi Prof yang harus saya kerjakan?”. Dan beliau bilang apa saudara-saudara??? “Gak ada. Sebenernya deadline paper Jepang itu masih agustus, tapi karena kamu beresin kemarin-kemarin, jadi mungkin kalau perlu diskusi, saya akan hubungi kamu lagi. Have a good time for waiting baby delivery.” :O

Whatt??? Gak salah denger? Continue reading