Eyang Apa dan Eyang Ema

Tadi malam, disapa ma sepupu di twitter untuk skype an ma eyang apa (sebutan untuk kakek) yang lagi di rawat di Rumah Sakit. Untuk kesekian kalinya eyang apa masuk rumah sakit. Dan di video yang ditampilkan di skype, tepat disampingnya ada eyang ema (sebutan untuk nenek) yang selalu setia menemani eyang apa. Perawat eyang apa dari dulu sampai sekarang.

Satu hal yang selalu terpikir di benak saya, terutama kalau eyang apa sedang sakit, adalah kesetiaan eyang ema dan pancaran kasih sayang antara keduanya yang gak pernah pudar dengan waktu. Di usia eyang apa yang sekitar 80an, eyang ema 70an, mungkin pernikahan mereka sudah berumur lebih dari 50 tahun.

Ingatan eyang apa sudah melemah. Tapi satu yang selalu dia ingat. Istri sayah.😀 Dedeh (nama asli eyang ema). Selalu dia cari dimana istrinya berada. Walaupun sebenernya eyang ema hanya berbeda ruangan di rumah atau gedung yang sama. Tapi eyang apa selalu ingin memastikan keberadaan eyang ema.

Mungkin eyang apa udah gak terlalu inget sama saya, cucunya. Hehe. Sedih yah. Hmm. Gapapalah. Ngelihat eyang apa dan eyang ema masih saling sayang dan saling membutuhkan, itu dah seneng banget.

Pertanyaannya, kok bisa ya gitu? Di saat gw sering denger dari bapak-bapak yang keknya seneng banget kalau lagi ngumpul sama temen laki-lakinya. Seneng karena jauh dari istri. Atau istri-istri yang ngerasa seneng dengan cukup dikasih nafkah harta tanpa terlalu sering menghabiskan waktu bersama ma suaminya. Atau ngelihat gampangnya orang sekarang cerai. Apa gak cinta yah? Apa ya yang bisa bikin eyang apa dan eyang ema bisa kayak masih pacaran walaupun udah tua?

Romantisme? Duh, kayaknya eyang apa kalau yang saya kenal. ORangnya keras. Tegas. To the point. Hehe. Tapi gak tahu sih kalau lagi berdua aja sama eyang ema.😛 Tapi pasti bukan tipe ngajak dinner di tempat-tempat cozy (secara jaman indonesia merdeka >:) ) Atau rajin ngasih bunga ke eyang ema. Atau panggil sayang, honey, itu keknya jaman sekarang banget yah. Jaman dulu keknya belum gitu romantisan-romantisannya.😀 Trus apa dong?

Gak tahu. Ini lagi mikir. Mungkinkah usia pernikahan mereka yang sudah lebih dari 50 tahun jawabanya? 50 tahun lebih gitu. Pasti banyak hal yang terjadi. Dan in fact, mereka masih bersama. Gak mungkin 50 tahun itu mulus. Pasti banyak masalah. Pasti banyak cobaan. Pasti banyak kesulitan. Walaupun saya yakin, pasti ada seneng-senengnya juga. Dan cinta mereka tumbuh dengan proses 50 tahun itu.

Mungkin…

Bener-bener penasaran. Dan pengen seperti mereka.🙂 Punya atau jadi pasangan yang bakal terus bertahan ma kita, bagaimanapun kondisi kita, sehat, sakit, kaya, miskin, muda, tua, apapun…🙂

Semoga eyang apa n ema selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan. Umur yang semakin berkah. Dan menjadi inspirasi untuk kami cucu-cucunya. Dan mungkin sampai ke cicit-cicitnya. Ke keturununan selanjutnya.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s