Enjoy Cooking

Setelah hidup merantau selama satu tahun, dengan beasiswa yang pas-pasan, cukup alasan bagi saya untuk belajar memasak. Awalnya memasak memakan banyak waktu, melelahkan, rasanya tak tentu. Tapi lama-kelamaan, menghasilkan rasa yang lumayan. Wajarlah emak-emak kita masakannya enak, orang jaman dulu kan belum rame kafe gaul, resto asik, delivery service, dll. Jadi pasti rajin masak. Dan dengan pengalaman mereka, masakannya jadi enak. πŸ™‚ Jadi experience is the best teacher = truly right.

Semakin baik manajemen memasak kita, semakin mantap rasa masakan, semakin cepat masaknya, semakin rapih dapurnya, semakin hemat menggunakan bahannya… pokoknya, semakin yang baik-baik. Kalaupun ada semakin yang jelek, paling hanya semakin banyak makan, alias semakin menuju ke jurang kegendutan. πŸ˜€

Yang membuat kondisi agak parah belakangan, kenapa saya jadi suka memasak? And I love cooking better than doing research. Wkk. Suka semangat gila kalau lagi nyobain resep baru, tapi dikasih tugas baru ma Prof? Boro-boro semangat. Pengennya, malah lulus cepet dan memendamkan diri ke bumi, malu ketauan master tp gak doyan research. πŸ˜€

Tapi saya gak khawatir juga, mungkin research ma memasak emang beda kebutuhan waktu untuk belajarnya. πŸ˜€ Kalau masak kan yang apresiasi, minimal, diri sendiri. Lumayan bisa masak masakan sesuai harga dan selera. Tapi kalau research yang apresiasi Prof, dan itu juga super duper serem dan susah. πŸ˜€

Wish me to enjoy doing research as well as cooking.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s