Dia Benar-Benar Hadir dalam Hidup Saya

Tulisan ini dibuat dalam kamar besar, tertata sangat rapih, sejuk dan nyaman. Hanya kurang satu, diisi oleh saya yang kembali, sendiri. Agak sedikit lebay, tapi gimana yah. I feel lonely, today. And maybe for the last 9 days.

Sejak menikah, kami hampir tidak pernah berpisah. Apalagi jauh. Kecuali, you know lah. Hehe. Dan di hari pernikahan kami yang baru saja melewati sebulan, akhirnya kami berpisah. Trus? Ada apa dengan berpisah?

Oh, God, c’mon you must experience this feeling. Dimana biasanya kamu sebelum tidur, selalu bercerita dengannya. Tidak pernah merasa sendiri, karena setiap aktivitas kita selalu ditemani. Memasak, mencuci, membereskan rumah, pergi belanja, semua. Mungkin saya gak pernah bayangin ketika pacaran bahwa suami saya akan sangat sesigap itu mendampingi saya (loh kok mendampingin bukan didampingin? hehe. just try to think opposite). Dan ketika bangun tidur, dia pun tetap ada di samping saya (haha. supaya kelihatannya saya bangun duluan).

Dan dalam kondisi yang tiba-tiba. Kami harus berpisah jauh. Dan lama. 2 minggu. Relatif banget yah ternyata ‘lama’ itu.πŸ™‚

Tapi eniwei, rasanya benar-benar aneh. Apalagi di bulan ramadhan ini. Semua dilakukan sendiri lagi. seperti sebelum menikah. Jauh dari keluarga, jauh dari dia. Saat berbuka hanya menikmati makanan yang mungkin sangat enak, kalau dinikmati berdua. Kamar kosan kami yang bisa dibilang cukup nyaman, jadi terasa dingin kembali ditinggali sendiri. Seperti ada yang hilang dalam hidup.

Dan ini tidak pernah terlintas di benak saya. Ummi dan Abi saya tinggal berjauhan. Ayah suami sudah wafat. Dan sya pikir rasa berjauhan dengan suami itu biasa, sampai saya merasakannya sendiri.

Yang lebih sulit dipercaya lagi, saat suami masih disini pertama kali. Saya merasa sedikit kerepotan. Yah, masak lagi deh. Yah, sering berantakan nih kamar. Yah, ya, yah lainnya. Yang kalau diinget-inget. Gila, kok bisa yah punya pikiran kayak gitu. Padahal sendiri seperti ini sangat jauh rasanya, jauh lebih menyenangkan berdua dengan segala kerepotannya.πŸ™‚

Dan saat-saat sulit menafikan rasa rindu berlebih ini, saya cerita kepada sahabat saya di radio. Dan dengan entengnya dia bilang, ” Ah elah, dasar pengantin baru. Sekarang aja lo kangen. Coba ntar2 pas udah lama, lo malah seneng lagi ditinggal-tinggal”. zzzz. Jangan-jangan iya.πŸ˜€ Hehe. Gak lah jangan. (takut mode on)

Tapi eniei, saya sangat senang dengan cara Allah ngasih jalan hidup buat saya.πŸ™‚ Dia selalu membuka pandangan baru buat saya selalu bersyukur. Bukan dengan hanya nikmat yang besar dan besar. Tetapi pada hal yang kelihatannya kecil padahal dibalik itu ada nikmat yang sangat besar.

Makasih ya Allah sudah kirimkan suami saya ke Indonesia 2 minggu ini. Saya jadi kembali merasakan pentingnya dia hadir dalam hidup saya.

Cepat pulang ke kosan kita mas…πŸ™‚

11 thoughts on “Dia Benar-Benar Hadir dalam Hidup Saya

  1. rachma001 says:

    Ndaaa,,jadi gw yg baca nihh…hahaha…πŸ˜€ smangat trus darliiinnngggg….. insyaAllah gakan kmana laki lo.. hehehe… gw jg jadi ikut sedih bacanya… ngerti bgt perasaan lo klo dah addicted for being companied..πŸ˜‰ btw, anasnya tar balik lagi ke korea?

    • haha. iya maaaa…. =) bener2 kek ada yang hilang.πŸ˜€ iya ma balik lagi nanti tanggal 19. doain urusan visanya lancar yah. kmrn kesini nya soalnya masih make visa turis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s