Emosi Komunal

Haha. Sok-sokan banget nih judul sumpah. Tapi itulah, saya berusaha untuk menggambarkan keseluruhan tulisan ini melalui judul tersebut. Entah cocok atau nggak, let’s agree, haha, saya telah berusaha. =D

Baiklah, cerita ini berawal dari perjalanan saya bersama kawan-kawan Indonesia yang tinggal di Cheongju. Kami bersama-sama mengunjungi Sandang Sanseong, adalah sebuah benteng yang luas dan besar di Cheongju. Tempatnya asik banget buat camping bersama keluarga. Atau yang suka naik-naik ke puncak bukit, cocok lah jadi tempat tujuan. Kami berangkat bersama kesana pagi hari, menggunakan taksi. Karena pertimbangan kami kalau menggunakan Bis, hanya besda 300 won namun secara waktu jauh sekali. Mungkin bisa berbeda 30 menit.

Disana kami menghabiskan waktu dengan berfoto-foto di gerbang selatan, lalu turun ke tengah-tengah benteng. Dari tengah-tengah benteng, kami naik lagi ke bagian benteng lainnya. Bagi saya yang sudah kurang lebih 3 bulan tidak berolah raga. Track yang pendek dan menanjak itu cukup membuat lelah.😀 Tapi karena kebersamaan, lelahnya tidak begitu terasa saat itu.

Perjalanan dilanjutkan dengan memakan makan siang di tanah ‘agak’ lapang di depan gerbang selatan. Disana berkumpul banyak sekali orang. Entah mereka berkeluarga, bersama teman dan lainnya ( I hate this word).

Setelah kenyang makan, foto-foto dan jalan-jalan mendaki dan turun bukit, akhirnya kami pun pulang. Nah disini ceritanya sebenrnya baru mulai. Haha. Yang dari tadi itu cuman prolog.😀

Nah, pas pulang ini, kami melihat suasana di Sandang Sanseong sudah jauh berbeda dibanding saat kita pertama kali datang. Parkiran mobil penuh. Di tanah yang ‘agak’ lapang tadi sudah terda[at banyaaaak sekali keluarga. Tak heran jalanan menuju ke benteng sangat ramai mobil dan kendaraan umum seperti bis dan taksi.

Melihat keadaan tersebut akhirnya kami memutuskan untuk naik Bis. Karena taksi kalau kondisi jalan macet, pastilah sangat mahal. Dan ketika kami menaiki bis. Sya ampyuuuun. Penuh bener dah. Dah kayak naik KRD ke Rancaekek di jam peak. Saat itu siang, untungnya gak panas-panas mat. Mild lah panasnya. Tapi penuh pisan. Serombongan keluarga Cheongju Indonesia ini gak ada yang dapat tempat duduk. Dan di suasana yang seperti itu, bis tidak berjalan.

Tahu kenapa?

Karena jalanan tersebut hanya untuk dua kendaraan. Dan ada mobil yang memarkir. Sehingga bis kami gak muat kalau jalan terus. Dari arah yang berlawanan, ada mobil juga. Lengkap. Siang, panas, penuh, macet.

Tapi anehnya, saya merasa biasa aja. Hanya lelah. Tidak ada emosi. Kenapa? Karena semua orang di dalam bis itu juga tidak emosi. Semua menunggu. Tanpa teriak-teriak dan marah-marah. Paling hanya bertanya, kenapa? Atau beberapa berusaha menengok keluar untuk mengetahui kenapa. Ada juga yang keluar.

Bukan waktu yang sebentar. Karena kondisi bener-bener susah. Mobil yang menghalangi, tidak kunjung datang yang punyanya. Mau gak mau harus nunggu. Atau deretan mobil yang puanjang itu satu persatu harus mundur.

Dan setelah berusaha menghubungi si empunya mobil yang gagal terus, akhirnya opsi kedua dipilih. Kaki dah pegel.

Akhirnya deretan mobil di belakang bis mundur sedikit demi sedikit. Sehingga bis kami bisa mundur dan masuk ke tempat parkir. Akhirnya masalah selesai. Dan secara bergantian, mobil-mobil menggunakan jalan dari arah yang berlawanan.

I wonder…. why?

Kenapa kondisi tadi tidak mengesalkan? Haha. Biasanya saya di Bandung kalau lampu merah mati, dan kondisi lalu lintas kacau. Darah naik. Orang marah-marah. Klakson tan tin tun. Sampai akhirnya ada masyarakat yang mau bantu atau oknum yang pengen nyari duit, berusaha buat memperbaiki keadaan.

Sepertinya emosi komunal di bis tadi mempengaruhi emosi saya juga. Mereka kalem, saya juga. Jadi?

Emosi, semangat itu menular.🙂 Yuk kita saling nulerin semangat positif dan emosi positif ke sesama.🙂 Tapi natural yah. Saya gak suka yang dibuat-buat (contoh emosi negatif). Hehehe.

Salam hangat penuh cinta, damai dan gaulll!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s