Terimakasih Atas Langit yang Jauh

Saya adalah tipe orang yang senang mengenal sesuatu yang baru. Walaupun terkadang di sisi lain, saya merasa gampang puas setelah mencoba yang baru itu hanya sekali. Dan sulit untuk menekuninya secara konsisten. Tapi biarlah itu menjadi tantangan hidup tersendiri bagi saya. Dan biarkan saya yang akan berjuang keras untuk mengurangi kemalasan itu. Karena di tulisan ini saya ingin berbagi. Menulis tentang langit. Yang tentunya masih ada kaitannya dengan prolog tadi.🙂

Jadi, dengan bertemu orang yang baru, pekerjaan yang baru, lingkungan yang baru dan apapaun yang baru, saya mencari dimana letak kesenangannya. Dan baru sedikit yang saya temukan. Salah satunya adalah saya merasa saya punya kesempatan untuk belajar. Belajar dari teman baru. Dari kerjaan baru. Dari lingkungan baru.

Dan yang paling menguntungkan (muka setan), seringkali pembelajaran itu gratis. Dan sulit untuk digantikan dengan sesuatu yang sifatnya material. Semoga kata-kata saya ini bukan bohong. Dan bisa dipikir-pikir lagi bener atau nggaknya.

Kata ‘baru’ menurut saya bukan sekedar baru. Tetapi memiliki arti lebih dalam, yaitu ‘saya tidak pernah menduga sebelumnya bahwa hal tersebut penting’. Jadi baru disini bener-bener mencerahkan. Saya ternyata membutuhkan. Dan saya sebelumnya tidak tahu kalau hal tersebut penting. Rasanya luar biasa.🙂

Tunggu… tunggu… Tapu apa hubungannya dengan si langit? Gak nyambung banget yah.😀

Iya, jadi saya percaya langit itu sangat tinggi. Minimal relatif terhadap persepsi saya. Hehe. Dengan hal-hal baru tersebut, saya merasa, kita terus membuka lapisan-lapisan langit yang maha tinggi. Walaupun bukan hal yang mudah buat kita menggapai ke langit itu, tapi tingginya langit dan saya yakin masih lebih tinggi lagi dari apa yang saya bayangkan. Membuat saya selalu penasaran. Dan pengen tahu. Jadi deh seneng belajar.

TErimakasih atas langit yang jauh. Karena nya saya jadi menggemari sesuatu yang baru. Dan selalu ada yang baru.

Tulisan ini bukan bilang kalau saya up to date. Standar setiap orang pasti beda-beda. Bisa aja baru menurut saya, kuno menurut orang. Dan ilmu penting dari belajar sesuatu yang baru, tidak perlu terburu-buru untuk percaya. Be your self tetep harus jadi pegangan. Yang pasti setiap orang butuh sesuatu yang baru. Yuk mariii… (eh, itu mah nama ibu sayah😛 )

One thought on “Terimakasih Atas Langit yang Jauh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s