Diisi oleh Siapa?

Liburan panjang membuat saya ingin mengisinya dengan hal-hal yang menyenangkan. Menyenangkan menurut saya yah. Tiga hari berturut-turut saya bersenang-senang. Sampai terakhir hari keempat. I did it well. For sure. Tapi kemudian kesenangan saya itu ditampar keras oleh seorang narasumber di salah satu stasion TV swasta di Indonesia. Yang mengatakan, kalau hati kita ini ada bagian, dimana dia tidak dapat diisi hal-hal lainnya, kecuali Tuhan. Kita mebutuhkannya untuk diisi oleh Allah.

Bagian hati itu tidak bisa dipuaskan dengan kehadiran teman, keluarga, persahabatan, perhatian, apresiasi manusia. Hati itu hanya diisi oleh kehadiran Allah. Kehadiran zat yamg menguasai kita. Disitu lah kita menjadi cukup. Menjadi lengkap. Tak perlu lagi mungkin diisi oleh yang lain. Membuat hati kita merasa cukup. Bahkan penuh.

Dalam kehampaan hati yang penuh dengan canda tawa. Dalam kesepian hati di tengah ramainya orang-orang di sekitar kita. Kita perlu, kita butuh, menghadirkan yang memang selalu hadir dalam kehidupan kita. Our Rabb, Allah SWT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s