Sadar akan Perubahan

Saya terkadang merasa selalu ada yang baru dari diri saya. Sekecil apapun. Entah itu jadi lebih baik atau lebih buruk. Tapi yang pasti, selalu ada yang baru dari diri saya. Buktinya? Kalau tidak bertemu dengan teman, 1 tahun saja. Pasti banyak yang berbeda. Atau ada saja yang baru. Itu normal kaleeee. Hehe. Emang normal. =P

Nah, terus kenapa harus dibahas? Soalnya saya merasa kalau perubahan itu pasti. Perubahan itu terjadi karena kita selalu menemukan masalah, dan kita memilih bagaimana untuk bersikap. Dan masalah itu, selalu unik. Makanya jadi masalah. Kalau sama terus, ya lama-lama jadi gak masalah. Huahaha. Redundant banget nih kata-kata.πŸ™‚ Tapi bener, bagaimana kita merespon masalah yang kita hadapi lah, kita membentuk diri kita, menjadi baru. Yang akan menentukan elemen-elemen pembentuk karakter kita.

Selanjutnya, apakah kita harus takut dengan perubahan? Menjadi baru? Boleh jadi, kadang kita harus takut, tapi juga di lain waktu kita harus santai saja. Yang penting kita merasa berada di jalur yang benar sesuai nilai-nilai yang kita yakini. Dinamika hidup, kita masukan saja salah satunya adalah perubahan.πŸ™‚

Sistem informasi yang berkembang sangat pesat seperti menyedot banyak orang ke dalamnya. Dan tahu sendiri, kalau sekarang dalam hitungan detik. Kita bisa mendapatkan semua informasi yang kita butuhkan. Kadang gak perlu kuliah di teknik elektro lah kalau cuman mau pasang atau rakit komputer. Semua ada caranya, tinggal kita mau nyoba atau gak. Atau gak perlu jadi koki hebat, untuk bikin masakan enak (minimal buat diri sendiri. wkk). Karena banyak situs-situs tentang resep bahkan sampe cara masak dilengkapi gambar dan video kita bisa dapet.πŸ™‚

Satu paragraf di atas ini menjadi pendukung. Semakin banyak perubahan. Karena semakin banyak informasi di dapat. Dan membuat semakin banyak sikap terhadap informasi yang didapat. Β Kadang saking pesatnya, kita gak sadar. Eh kita sudah berubah yah.πŸ™‚

Saya ambil satu kasus, facebook. Pertamaaaaaaa kali menggunakan, saya pikir akan menjadi seperti friendster aja. Tetapi dengan inovasi yang dilakukan oleh MZ dalam FB, fungsi FB menjadi semakin banyak. Dan sekali lagi, membawa banyak perubahan ke kehidupan manusia. Karena FB? Bukan, lebih kepada bagaimana manusia merespon segala hal yang baru di FB tersebut.

Selama kita masih menjadi konsumer suatu barang, produsen akan selalu melayani kita, memenuhi standar kenyamanan kita. Jadi lebih sering, saya pribadi dan mungkin juga anda, tidak sadar dengan perubahan. Tiba-tiba sudah jauh berada dalam kondisi ketergantungan, karena semakin membuat nyaman.

Fenomena yang menarik adalah, persepsi kita tentang hal yang maya dan tidak maya. FB membuat hidup kita seolah nyata berkomunikasi dan membangun relasi. Yup, sepakat saya. Itu tidak salah. Tapi akhirnya menjadi sesuatu yang ‘hanya’ fb menjadi andalan kita berkomunikasi itu yang salah. Jangan sampai komunikasi maya mereduksi ekspresi kita berkomunikasi secara nyata. Sungguh itu sulit. Jadi ya intinya. Manusia perlu banyak merenung. Sebelum dan sesudah beraktivitas. Supaya gak terlalu dimabok informasi.πŸ˜‰

Tidak pernah ada yang salah dari perubahan, teknologi, lingkungan. Selalu kita yang memilih menjadi salah dan benar. Atau menjadi abu-abu. Mari kita merenung dan diam, sejenak saja. haha.

Dan ternyata tulisan saya meracau dan banyak. Baiklah. Kita sudahi saja…. Sodaqallaahuladziim.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s