Korean Family (2)

Belajar bahasa korea pertama kali dimulai. Saya menunggu jemputan K dan April di depan gerbang masuk Universitas.πŸ™‚ Dan mereka agak tepat waktu, hehe, alias saya menunggu sebentar. Dan langsung saya dibawa ke rumah April. Rumahnya bukan di Cheongju. Tetapi di kota dekat Cheongju. Tidak terlalu jauh, tapi juga tidak dekat.

Di sepanjang perjalanan, mencoba berbahasa Korea sekenanya, dan so far, nyambung-nyambung aja. Sampai akhirnya kami sampai di blok-blok apartemen, sepertinya ini elit apartemennya. Dan diajak turun memasuki pintu dengan kode sekuriti di depannya. Kami naik lift untuk mencapai lantai tempat April tinggal. Di tengah jalan, Kami bertemu pasangan kakek dan nenek. Dan seperti biasa, saya disini serasa selebritis. Mereka melihat saya dengen tatapan penuh keingin tahuan (positif thinking karena gak pengen dipikir dilihat dengan tatapan aneh. :P)

Saya sapa saja, “Annyeong haseyo”. Dan seperti biasa juga, nanya dari mana dan kenapa make hijab. Haha. Standar jadi muslimah disini.πŸ˜€

Sampai di rumah April, wah, enak. Nyaman. Dan di dalamnya sudah ada 2 orang teman April dan kakak perempuannya.πŸ™‚ Wah, rame. Dan saya disambut dengan hangat. Kami mulai belajar bahasa Korea dengan cara memperkenalkan diri. Dan berusaha mengenal satu sama lain dengan detil. Peraturannya, semua kecuali saya harus berbahasa Inggris dan saya harus berbahasa Korea. No English for me, and no Korean for them.πŸ™‚ Very interesting!!!πŸ˜€ I love the way we learn.

Karena judulnya perkenalan, jadi kami benar-benar pengen tahu banyak hal satu sama lain. Saya jadi punya banyak teman baru. April, yang jago berbahasa Inggris karena pernah 2 bulan tinggal di Amerika (kok saya tiga bulan disini gak jago bahasa Korea yah??πŸ˜• ). K, yang sedang menunggu menjadi seorang Bapak. Mungkin Mei tahun depan dia akan menjadi bapak. Happy, istri K. Orangnya pemalu dan sangat pasif berbahasa Inggris. Sedang hamil 3 bulan. Suhyeon, Kakaknya April yang sangat penyayang dan terlihat sangat dewasa. Su-a, yang chubby dan manis. Selalu berusaha keras untuk mengoreksi bahasa Korea saya. Dan terakhir, Jinsik, pria rapih dan keren, jago fotografi. Tapi sama seperti orang Korea yang pertama baru kenalan. Pemalu.πŸ™‚

Terakhir belajar, saya disuguhi sop tuna kimchi. Atau dalam bahasa koreanya 참치 κΉ€μΉ˜ 찌개 (dibaca: chamchi kimchi cigae).πŸ™‚ Laper apa doyan yah. Saya paling banyak makannya disitu. Disitu juga saya berbagi makanan. Tapi haram. Astaghfirullah. Dan saya baru tahu setelah 1 bulan setelahnya.😦

Nice course. Dan saya diantar pulang oleh K, istrinya dan Su-A. Karena kami tinggal di daerah yang sama. Dan kalau dipikir-pikir. Baik banget yah bawa saya jalan-jalan jauh tiap minggu. Wish them all happy !!πŸ˜€

Thanks God..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s