Lagi-Lagi Kimbab

Beberapa hari belakangan ini sedang terkena sindrome, MALES MASAK. Haha. Padahal 2 minggu berturut-turut dah keren konsisten masak terus. Benar-benar gak jajan. Selain benar-benar hemat, kehalalan makanan kita pun bisa kita jamin. Insya Allah.

Karena males masak, saya makan yang praktis. Makan di kantin sekolah kalau lagi ikan. Menghindari kaldu-kalduan yang aneh. Dan kebetulan lagi banyak acara makan di luar. Dari berbagai penjuru pertemanan dan kekerabatan lagi banyak yang ngajak makan.😀 Di luar itu, saya suka jajan yang namanya kimbab.

Kimbab disini sebagian besar mengandung ham. Kalau gak ham, ya daging. Kalau daging, enak. Kita bisa lihat di bungkussnya. Dia rasa apa. Jelas. Misalnya dia bilang ini bulgogi kimbab. Atau sogogi atau apa lah. Barbeque kimbab. Jelas, ada dagingnya. Tapi yang sulit ini, malah yang tuna atau ikan-ikan an. Karena belum tentu isinya gak ada daging. Tapi karena saya demen banget sama makanan yang satu ini. Alhasil kalau lapar menyerang, selalu membidik makanan ini di minimarket mana saja yang terdekat.

Kejadian salah beli kimbab ini, sudah dua kali. Yang pertama, saya yang salah. Nanya, mana kimbab yang gak ada goginya? Terus ditunjukkin lah ma dia, dua buah kimbab. Saya beli dua. Yang satu kimchi dan yang satu tuna. Eh, pas dibuka. Yang tuna malah ada ham nya. Karena ada hamnya, tanpa pikir panjang, saya buang lah. Terus ke kasir lagi, beli kimbab yang kimchi. Supaya bisa dimakan. Terus saya makan deh di tempat itu. Disini biasanya mini market lengkap isinya dengan microwave dan tempat makannya. Pas di tengah saya makan. Tiba-tiba, penjual nyamperin saya, ngasih bakpau. Dia bilang make bahasa inggris, ini hadiah. Karena saya tidak tahu kalau anda tidak makan ham. Waaah. Seus? Baik banget.

Udah gitu, besok-besoknya, saya ke tempat mini market yang lain. Sama beli kimbab juga. Waktu saya kesana, saya sudah “nyiriin” yang warna hijau yang gak ada daging nya cuman sayur sama tuna. Tapiii, pas beli, lah kok ada hamnya? Apa ini isinya gak mesti sama tiap hari atau gimana? Yah, salah saya juga sih, gak nanya dulu. Main make pengalaman hoki sebelumnya. Saya buang lagi deh. Dan masuk lagi ke mini market itu, untuk beli kimbab yang lain. Kali ini, nanya, yang gak ada HAM DAN DAGING nya yang mana? Hehe. BElajar dari sebelumnya, ham dan daging harus dipertegas. Terus dia nunjukkin yang bener-bener cuman sayur isinya. Sama telor.

Lalu saya makan deh di tempat situ. Terus dia nanya, kenapa saya gak makan? Saya bilang aja, gak bisa. Karena alasan agama. Lalu dia bilang, oooo, dan pergi. Tak lama kembali membawa kopi. Dan menanyakan pada saya, kalau kopi bisa anda minum? Boleh? Ya, saya jawab iya. Kenapa? Terus dia bilang, baiklah, ini service kami untuk anda. Terima lah.

Waaah, seneng banget. Meuni baik orang-orang teh. Alhamdulillah. Mungkin ini semangat yang diberikan Allah untuk tetap menjaga kehalalan semua hal yang masuk ke tubuh saya selama disini.🙂 OK. Semangat!!!!!!!! Semangat buat semua teman-teman muslim yang sedang merantau di tempat-tempat yang sulit mendapatkan makanan yang halal. Jangan pernah merasa sedih.🙂 Kalau pun kita tidak bisa seleluasa orang lain, biarlah… Nikmat Allah sangat banyak kok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s