Bahasa dan Rasa

Menuju tiga bulan hidup di Korea Selatan, ada satu hal yang bikin gereget banget. Yaitu bahasa. Entah suatu keinginan atau kebutuhan bagi saya untuk menguasai Bahasa Korea. Karena dalam kehidupan sehari-hari di sini, rasanya akan jauh lebih baik jika saya menguasai bahasanya.

Di sisi lain, bahasa ini bukan sesuatu yang dibutuhkan untuk hidup saja di sini. Lebih dari itu. Karena kalau hanya berdasar pada hidup saja, rasanya tidak butuh. Petunjuk jalan semua jelas. Untuk belanja, banyak supermarket. Makanan halal? Banyak informasi di website. Apa yah? Kalau hanya sekedar menyambung hidup, rasanya tidak perlu. Sudah banyak bukti beberapa teman sudah bertahun-tahun disini, bisa hidup tanpa perlu menguasai Bahasa Korea.

Tapi lagi-lagi, sesuai judul di atas. Bahasa adalah rasa. Sepertinya menguasai Bahasa Korea akan menghantarkan diri kita ke rasa Korea. Atau memahami lebih intim kehidupan Korea. Pesan professor saya disini, sebelum saya datang adalah Before coming, you’d better learn Korean and Korean food. If you are easy with them, your life in Korea will be happy and your study also will be better.

Bahasa layaknya makanan. Yang menghantarkan kita pada ‘rasa’ setempat. Nah, sekarang, mari kita belajar bahasa setempat! Dimanapun kita berada…  :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s