Shalat = Curhat? Ouw…

Di tengah kegiatan sehari-hari yang relatif -bukan- padat, tetapi terikat dalam waktu yang cukup lama (12 jam sehari) membuat saya merasa kalau shalat itu nikmat. Hmm. Ya Allah bukan maksud dari dulu merasa gak nikmat. Tapi lebih nikmat.😀 Shalat jadi kayak sesi curhat sama Allah tentang apa yang sedang ada di pikiran saat ini. Entah itu kesenangan, entah itu kemalangan. Jeda waktu antara satu shalat dengan yang berikutnya,  terasa pas. Pas untuk mengistarahatkan diri untuk tidak duduk terus di depan komputer.

Dulu kayaknya gak begitu kerasa pas di Indonesia. Bahkan waktu kecil malah males banget. Soalnya harus pake mukena. Tapi sekarang, wuih, nikmatnya. Musim yang udah mulai dingin (menurut orang Bandung, baca: saya) dan pemanas air yang belum dinyalakan, membuat air wudhu terasa dingin. Awalnya dihindari wudhu make air dingin itu. Tapi ternyata enak, bikin seger. Apa emang masih belum dingin banget ya? Hehe.

Dan yang paling utamanya sih itu. Abis shalat, kayaknya selalu ada yang pengen diminta, diceritain, dikeluhin sama Allah. Thanks God I found You… Especially in Shalat time… I feel free… I feel heard…

Subhanallah…

Cuman ya itu, jadinya kalau lagi gak shalat, bingung pengen ceritanya gimana. Padahal Allah kan selalu ada kapan saja dan dimana saja. Tapi emang paling pas dan nikmat timing-nya itu ya… pas abis shalat…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s